TRIBUNMANADO.CO.ID - Harga komoditas cengkih di Kota Manado, Sulawesi Utara, terpantau masih stabil.
Berdasarkan pantauan langsung pada Selasa (28/7/2026), harga cengkih kering masih bertahan di kisaran Rp 121.000 per kilogram.
Kondisi tersebut terlihat di salah satu gudang penampungan cengkih utama yang berlokasi di Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Wanea.
Hingga saat ini, grafik harga pembelian belum menunjukkan adanya kenaikan maupun penurunan di banding hari-hari sebelumnya.
Salah seorang petugas gudang mengonfirmasi stabilitas harga tersebut saat ditemui di lokasi.
"Harga belum ada perubahan, masih sama seperti beberapa hari lalu," ujarnya saat diwawancara.
Meski harga relatif konstan, arus penjualan dari para petani dilaporkan tidak terhenti.
Petani dari berbagai pelosok daerah, seperti Minahasa, Minahasa Selatan, hingga kawasan Sulawesi Utara lainnya, terus berdatangan untuk menyetorkan hasil panen mereka.
Untuk menampung hasil panen warga, gudang penampungan di Wanea ini beroperasi penuh setiap hari mulai pukul 09.00 WITA hingga 17.00 WITA.
Di bawah naungan cuaca Manado yang cerah pada Selasa siang, suasana di area luar gudang penampungan tampak relatif lengang.
Hanya terlihat beberapa kendaraan roda empat terparkir rapi di halaman depan, didampingi sejumlah petugas yang sigap di area lokasi.
Sementara itu di area dalam gudang, sekitar dua petugas tampak bersiap di meja kasir melayani transaksi setiap petani yang datang membawa pasokan 'emas hitam' tersebut.
Sebagai salah satu komoditas perkebunan paling vital di Sulawesi Utara, cengkih terus menjadi tulang punggung ekonomi warga lokal.
Selain menjadi bahan baku utama industri rokok kretek dan bumbu dapur, rempah ini kaya akan minyak atsiri dan senyawa eugenol yang berfungsi sebagai antiseptik serta antioksidan alami, menjadikannya sangat bernilai di industri obat tradisional.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini