Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ratu Agung, kawasan Sawah Lebar, Kota Bengkulu, menghentikan sementara kegiatan operasional mulai Kamis (30/7/2026).
Penghentian operasional tersebut bukan disebabkan oleh kendala teknis maupun persoalan dalam pelayanan, melainkan karena keterlambatan pencairan dana dari pemerintah pusat.
Penyebab Penghentian Operasional
Kepala Dapur SPPG Ratu Agung Sawah Lebar, Raihan Fahrezi, mengatakan kondisi tersebut terjadi setelah adanya pergantian sejumlah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di tingkat pusat yang berkaitan dengan proses pencairan dan penyaluran dana untuk SPPG.
Menurut Raihan, selama ini penyaluran dana biasanya dilakukan secara berkala, terutama ketika dana operasional SPPG mulai menipis.
Namun, pada pekan sebelumnya, proses pengisian kembali dana mengalami keterlambatan.
“Jadi sebenarnya tidak ada kendala lain, baik kendala negatif maupun yang lainnya. Ini murni karena keterlambatan pencairan dana dari pusat,” kata Raihan saat ditanya TribunBengkulu.com, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, dana yang masih tersedia pada akhir pekan lalu hanya mencukupi untuk membiayai kegiatan operasional selama beberapa hari.
Dengan kondisi tersebut, SPPG Ratu Agung masih dapat menjalankan pelayanan seperti biasa pada Senin, Selasa, dan Rabu.
Namun, memasuki Kamis (30/7/2026), dana operasional yang tersedia telah habis sehingga pihaknya memutuskan untuk menghentikan sementara pelayanan.
“Senin, Selasa dan Rabu kami masih operasional seperti biasa karena dananya masih mencukupi. Tetapi mulai hari Kamis, tanggal 30 Juli, kami tidak operasional karena dana sudah habis dan belum di-top up kembali dari pusat,” jelasnya.
Raihan menegaskan, penghentian tersebut bersifat sementara.
Operasional SPPG akan kembali berjalan setelah dana kembali disalurkan dari pemerintah pusat.
Ia menyebut saat ini proses pendataan dan administrasi di tingkat pusat masih berlangsung menyusul adanya pergantian sejumlah PPK.
“Selama dana itu belum turun atau belum disalurkan kembali, kami memutuskan berhenti operasional sementara sampai dana diturunkan lagi ke SPPG,” ujarnya.
Penerima Manfaat SPPG
Dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi, SPPG Ratu Agung Sawah Lebar selama ini melayani ribuan penerima manfaat yang tersebar di sejumlah satuan pendidikan dan posyandu.
Raihan menyebut jumlah penerima manfaat yang dilayani SPPG tersebut mencapai sekitar 2.958 siswa dari kurang lebih delapan sekolah serta tiga posyandu.
Jumlah tersebut mencakup penerima manfaat dari jenjang pendidikan yang dilayani SPPG Ratu Agung.
“Selama ini kami melayani 2.958 siswa, kurang lebih delapan sekolah dan tiga posyandu,” ungkap Raihan.
Menunggu Pencairan Dana
Meski operasional dihentikan sementara, Raihan memastikan pihaknya masih menunggu proses pencairan dana dari pusat dan berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan.
Berdasarkan informasi yang diterima pihak SPPG, proses pencairan diperkirakan dapat dilakukan dalam waktu dekat setelah proses pendataan di tingkat pusat selesai.
“Kami masih menunggu. Informasinya secepat mungkin akan ditransfer karena sekarang masih dalam proses pendataan di pusat. Mudah-mudahkan satu sampai dua hari ini sudah ditransfer ke pusat dan ke depannya operasional bisa kembali normal,” pungkasnya.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini