Gubernur Kalsel Muhidin Sentil Izin Karbon Mangkrak, Dorong Hutan Panen Cuan dari Pohon Buah
Budi Susilo July 30, 2026 09:09 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO, BANJARBARU — Ada yang berbeda dari perayaan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan. 

Bukan sekadar seremoni biasa, Pemprov Kalsel membuktikan komitmen lingkungan lewat aksi nyata yang memadukan kelestarian alam dan kesejahteraan warga.

Pada Kamis 30 Juli 2026, Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI) di Komplek Perkantoran Gubernur Kalsel, Banjarbaru, mendadak ramai disulap menjadi pusat pameran inovatif bertajuk Rimba Mart, yang diinisiasi langsung oleh Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel.

Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzahra, membeberkan bahwa ajang ini dirancang sebagai etalase kemakmuran dari hijaunya hutan.

Baca juga: Daftar 4 Daerah Paling Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kaltim, BPBD sebut Faktor Pemicu Karhutla

RimbaMart hadir sebagai wadah untuk menyajikan pasar kegiatan hasil Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).

"Kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat luas bahwa upaya penghijauan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi nyata," ujar Fathimatuzahra, penuh semangat.

Ia menambahkan, ajang ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi bagi Kelompok Tani Hutan (KTH) serta para pegiat lingkungan yang konsisten menjaga alam secara berkelanjutan.

Tak berjalan sendiri, kemeriahan kian lengkap berkat kolaborasi cerdas bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel melalui program Tukar Sampah Menjadi Sembako yang digagas Kadis LH Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo.

Langkah ini sukses memikat warga untuk lebih peduli pada pemilahan sampah rumah tangga.

Pohon Buah untuk Rakyat

Acara bergengsi ini dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, didampingi jajaran SKPD dan Tenaga Ahli Gubernur.

Di hadapan para tamu undangan, Gubernur melontarkan arahan strategis agar kawasan hutan memberikan dampak langsung yang dirasakan masyarakat.

Gubernur meminta Dishut Kalsel lebih agresif memperbanyak tanaman produktif di lahan milik Pemprov, seperti durian, mangga, manggis, langsat, hingga kasturi.

Baca juga: Mengingat Masa Lalu Hutan Kota Telaga Sari Balikpapan, Disebut Gunung Pasir dan Mengental Monokultur

"Agar lebih bermanfaat ke masyarakat, maka saya meminta Dinas Kehutanan memperbanyak penanaman pohon yang menghasilkan manfaat ekonomi bagi warga, seperti durian, mangga, manggis, langsat, kasturi, dan tanaman produktif lainnya," tegas H. Muhidin.

Tak berhenti di situ, orang nomor satu di Kalsel itu juga melayangkan peringatan keras terkait pengelolaan perdagangan karbon.

Ia tidak segan-segan mencabut izin pihak ketiga yang lamban bergerak.

"Kalau belum ada realisasinya, akan saya evaluasi dan bisa dicabut. Lebih baik dikelola oleh pemerintah provinsi sehingga manfaatnya kembali langsung untuk daerah dan masyarakat," pungkasnya dengan tegas. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.