Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur mendorong posyandu untuk lebih aktif mendukung pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan menuju Indonesia Emas 2045.
"Melalui jambore ini kami berharap semangat kader Posyandu semakin meningkat untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat dan mengajak masyarakat aktif memantau tumbuh kembang balita melalui Posyandu," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin saat menghadiri Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur 2026 di Kantor Walikota Jakarta Timur, Kamis.
Munjirin menyebut, jambore tahun ini mengusung tema "Posyandu Aktif, Keluarga Sehat, Masyarakat Hebat Menuju Indonesia Emas 2045".
Tema tersebut menegaskan pentingnya peran Posyandu sebagai salah satu pilar utama dalam mewujudkan masyarakat sehat melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan pelayanan kesehatan primer.
Kegiatan jambore ini bertujuan meningkatkan kapasitas, kompetensi, motivasi, dan jejaring kader Posyandu sekaligus memberikan apresiasi kepada kader dan Posyandu.
"Ini yang menunjukkan dedikasi serta inovasi dalam mendukung pembangunan kesehatan di wilayah Jakarta Timur," ujar Munjirin.
Sebelum pelaksanaan jambore tingkat kota, telah dilaksanakan rangkaian seleksi mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga penilaian tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur pada 21–22 Juli 2026.
Dari proses tersebut terpilih 10 Posyandu terbaik dan 109 kader Posyandu berprestasi sebagai perwakilan dari 10 kecamatan untuk mengikuti seleksi tingkat kota.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Timur Arief Wahyudhy menjelaskan, kegiatan puncak jambore juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung, salah satunya talkshow mengenai komunikasi efektif dengan masyarakat guna membekali kader dalam meningkatkan partisipasi warga datang ke Posyandu.
Tantangan yang masih dihadapi, yakni meningkatkan kehadiran ibu yang memiliki balita agar seluruh balita dapat dipantau tumbuh kembangnya secara rutin.
Selain itu, pengembangan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) terus didorong agar pelayanan tidak hanya menyasar balita, tetapi juga remaja, lansia, dan kelompok usia produktif.
"Tingkat kehadiran masyarakat di Posyandu aktif saat ini sudah mencapai lebih dari 60 persen. Berbagai inovasi yang lahir dari masing-masing Posyandu diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk datang ke Posyandu dan nantinya mewakili Jakarta Timur pada tingkat Provinsi DKI Jakarta," jelasnya.
Adapun kegiatan ini diikuti 200 peserta, perwakilan dari berbagai unsur, yakni Pemerintah Kota Jakarta Timur, Tim Penggerak PKK, camat, lurah, kepala puskesmas, penanggung jawab program, kader Posyandu, serta para mitra yang mendukung pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.
Kegiatan diwarnai pemberian penghargaan dan terima kasih dari Pemerintah Kota Jakarta Timur kepada seluruh camat, lurah, TP PKK, kepala puskesmas, forum kader, dewan juri, serta panitia yang telah mendukung seluruh rangkaian seleksi hingga terselenggaranya Jambore Kader Posyandu Tingkat Kota Jakarta Timur Tahun 2026.





