TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali dipercaya menjadi salah satu penyelenggara Pelatihan Fasilitator Pembelajaran Transformatif Tahun 2026.
Pelatihan tersebut diikuti 60 dosen dari berbagai perguruan tinggi dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia.
Kegiatan berlangsung di Four Points by Sheraton Hotel Makassar, Kamis (30/7/2026) malam.
Koordinator kegiatan, Prof Dr Andi Aslinda MSi mengatakan UNM menjadi satu dari tiga perguruan tinggi di Indonesia yang dipercaya Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai penyelenggara pelatihan tahun ini.
Dua perguruan tinggi lainnya yakni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Negeri Malang (UM).
"Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Direktorat SSPT Kemendiktisaintek atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Universitas Negeri Makassar sebagai salah satu dari tiga perguruan tinggi penyelenggara pelatihan ini," ujar Andi Aslinda.
Baca juga: Prof Andi Muhammad Idkhan Ketua Panitia Pilrek UNM, Pekan Depan Bahas Calon Pengganti Prof Farida
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi amanah bagi UNM untuk terus berkontribusi dalam mendukung transformasi pembelajaran di perguruan tinggi.
Pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Juli 2026.
Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan tersebut.
Rinciannya, 35 peserta berasal dari internal UNM dan 25 peserta merupakan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Perguruan tinggi peserta eksternal antara lain Universitas Pepabri Makassar, Universitas Indonesia Timur, Universitas Wira Bakti, Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa, Universitas Muhammadiyah Enrekang, Universitas Muslim Maros, Universitas Cokroaminoto Palopo, Universitas Muhammadiyah Parepare, Universitas Sawerigading, Universitas Megarezky, Universitas Patompo, Universitas Lamappapoleonro, Universitas Kristen Indonesia, serta Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan.
Andi Aslinda menjelaskan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran transformatif yang berpusat pada mahasiswa.
Melalui pendekatan tersebut, dosen diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang mendorong kemampuan berpikir kritis, kreatif, reflektif, kolaboratif, serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna.
"Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran transformatif sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa," katanya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan menghadirkan 10 narasumber dan fasilitator.
Dua di antaranya berasal dari luar UNM, yakni Ketua Tim Pakar Pembelajaran Transformatif Direktorat SSPT, Dr Uwes Anis Chaeruman MPd, serta Dr Ishak dari Universitas Muhammadiyah Makassar yang membawakan sesi praktik baik (best practice).
Sementara delapan fasilitator lainnya merupakan dosen internal UNM yang telah mengikuti pelatihan pembelajaran transformatif sebelumnya.
Menurut Andi Aslinda, pelaksanaan pelatihan tahun ini juga telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) dan Learning Management System (LMS) Direktorat SSPT.
Dengan demikian, seluruh aktivitas peserta terdokumentasi secara nasional sebagai bagian dari pengembangan kompetensi dosen.
Ia berharap seluruh peserta dapat menjadi fasilitator yang mampu mengimplementasikan pembelajaran transformatif di perguruan tinggi masing-masing.
"Kami berharap peserta dapat memperkuat jejaring kolaborasi dan menjadi fasilitator yang mampu mengimplementasikan pembelajaran transformatif sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas lulusan perguruan tinggi di Indonesia," tutupnya.(*)