Mensos Gus Ipul Buka MPLS Sekolah Rakyat Gelombang Kedua Serentak di 65 Titik
Mochamad Dipa Anggara August 01, 2026 12:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebanyak 65 Sekolah Rakyat serentak menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) gelombang kedua pada Jumat (31/7/2026). 

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) secara resmi membuka MPLS gelombang kedua ini secara virtual dari Jakarta.

Sementara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menghadiri pembukaan MPLS secara langsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Wonosobo, Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada para gubernur, bupati, wali kota, serta seluruh unsur pemerintah daerah yang telah mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Program ini merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Menurutnya, Sekolah Rakyat hadir untuk menjangkau anak-anak yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan, termasuk mereka yang putus sekolah maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan.

“Data menunjukkan lebih dari empat juta anak usia sekolah di Indonesia tidak bersekolah. Anak-anak inilah yang menjadi penerima manfaat Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul.

Ia menegaskan, pelaksanaan MPLS dilakukan secara bertahap dalam empat gelombang bukan karena keterlambatan ataupun ketidaksiapan pemerintah, melainkan sebagai bentuk kehati-hatian agar seluruh sekolah benar-benar siap menerima peserta didik.

“Tahapan ini merupakan bentuk tanggung jawab kita. Ada tiga hal yang menjadi pertimbangan, yakni kesiapan fungsional sarana dan prasarana, keselamatan dan kenyamanan anak sebagai prioritas utama, serta kepastian utilitas dasar seperti air bersih, listrik, dan sanitasi telah terverifikasi,” jelasnya.

Menurut Gus Ipul, pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026.

Ia juga mengingatkan seluruh kepala sekolah dan tenaga pendidik agar menjadikan MPLS sebagai ruang yang ramah anak serta bebas dari tiga dosa besar pendidikan.

“Saya minta dikawal betul. Jangan sampai terjadi perundungan, kekerasan, baik fisik maupun seksual, serta intoleransi. Tidak ada satu pun anak yang boleh pulang membawa luka dari sekolah yang seharusnya menjadi rumah kedua mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi momentum penting untuk memetakan kondisi awal setiap peserta didik.

MPLS adalah momen mencari baseline atau titik nol kondisi setiap anak, mulai dari kesehatan fisik, kondisi psikologis, hingga minat dan bakatnya.

"Dari titik nol inilah kita merancang intervensi yang tepat agar setiap anak berkembang sesuai kebutuhannya,” katanya.

Selain pembelajaran di kelas, siswa Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan pendampingan dari taruna TNI dan Polri untuk membangun kedisiplinan, kerapian, serta kemampuan mengelola kehidupan berasrama.

“Kehadiran mereka bukan sebagai atasan, tetapi sebagai kakak yang membentuk kebiasaan baik sejak hari pertama, mulai dari disiplin waktu, merapikan tempat tidur, hingga bertanggung jawab terhadap diri sendiri,” ujar Gus Ipul.

Kepada para orang tua, Gus Ipul mengajak agar mengikhlaskan putra-putrinya menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat dan terus memberikan doa serta dukungan.

“Ini bukan perpisahan, tetapi ikhtiar bersama untuk masa depan anak-anak yang lebih baik. Sesuai arahan Presiden, pintu sekolah akan selalu terbuka. Orang tua dipersilakan menjenguk anak-anaknya kapan pun,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mendukung penyediaan lahan, tenaga kesehatan, tenaga kebersihan, pengamanan sekolah, hingga guru tamu.

Ia juga memberikan penghargaan kepada para pendamping sosial yang telah melakukan penjangkauan keluarga miskin dan miskin ekstrem hingga pelosok untuk memastikan anak-anak dapat mengikuti program Sekolah Rakyat.

“Kementerian Sosial tidak mungkin bekerja sendiri. Sekolah Rakyat adalah gotong royong pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program strategis Presiden Prabowo,” katanya.

Secara khusus, Gus Ipul juga meminta para kepala daerah terus mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat, terutama pada masa transisi tiga bulan ke depan hingga seluruh tenaga kependidikan dan sarana pendukung terpenuhi secara optimal.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono yang mengikuti pembukaan MPLS secara langsung dari Sekolah Rakyat Wonosobo didampingi Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, serta unsur Forkopimda.

Dalam laporannya kepada Menteri Sosial, Agus Jabo menyampaikan bahwa suasana pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran para orang tua siswa yang antusias mengantarkan anak-anak mereka memasuki lingkungan sekolah.

“Hari ini cukup meriah. Orang tua siswa hadir, banyak tamu juga hadir, dan anak-anak semua bergembira. Termasuk orang tuanya bergembira, bupatinya juga bergembira,” ujar Agus Jabo.

Ia juga menjelaskan bahwa untuk sementara siswa asal Kabupaten Temanggung mengikuti pembelajaran di SRT 1 Wonosobo hingga sekolah permanen di daerahnya siap digunakan.

Dalam dialog virtual tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut melaporkan kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Malang yang telah berdiri di gedung permanen.

Ia menyampaikan bahwa para pendamping sosial harus berulang kali meyakinkan keluarga agar bersedia menyekolahkan anak-anak mereka di Sekolah Rakyat.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo, Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat sehingga anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 dapat memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.

Menutup sambutannya, Gus Ipul menyampaikan pesan kepada seluruh siswa yang memulai MPLS Gelombang Kedua agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.

“Selamat datang di rumah baru kalian. Jadikan MPLS ini sebagai awal perjalanan panjang untuk menjadi anak Indonesia yang pintar, berkarakter, dan terampil,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.