BOLASPORT.COM - Timnas Italia diibaratkan seperti handphone atau ponsel jadul yang semula memiliki impian terbang tinggi bersama Paolo Maldini, tetapi Roberto Mancini kembali terpilih sebagai pelatih.
Sindiran keras itu disampaikan oleh eks pelatih Italia, Luciano Spalletti.
Spalletti tidak habis pikir dengan keputusan yang diambil oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dalam penunjukkan pelatih anyar Gli Azzurri.
Tak pelak jika Timnas Italia diibaratkan sebagai telepon genggam atau ponsel jadul yang mau update, tetapi lebih memilih bertahan dengan yang lama.
Luciano Spalletti sendiri tengah menjabat sebagai juru taktik Juventus sejak Oktober 2025.
Momennya tepat 4 bulan setelah dirinya didepak dari Timnas Italia.
Sejak saat itu La Nazionale berganti pelatih dengan menunjuk Gennaro Gattuso dan Silvio Baldini yang menjadi pelatih interim.
Gattuso sendiri gagal mengantarkan Italia ke Piala Dunia 2026.
Hal tersebut membuat mereka hattrick tak mentas di sepak bola terakbar sejagat itu.
Gattuso lantas mengundurkan diri dan kepemimpinan ruang ganti Italia lantas dipegang oleh Baldini sementara.
Seiring terpilihnya Giovanni Malago sebagai Presiden FIGC yang baru, beberapa nama kandidat kuat pelatih telah masuk dalam radar.
Terlebih 2 legenda AC Milan, Paolo Maldini dan Leonardo, memperkuat internal FIGC dengan posisinya sebagai direktur teknik dan penasihat.
Tugas keduanya jelas, yakni mencari pelatih yang tepat untuk menukangi Gianluigi Donnarumma dkk. dan membangkitkan kembali sepak bola Italia dengan dimulai dari usia dini.
Tanda-tanda pekerjaan yang dilakukan oleh Maldini dan Leonardo tampak baik dengan usaha keras membujuk Pep Guardiola.
Namun, kendala finansial dari FIGC membuat Guardiola urung menjadi pelatih.
PSSI-nya Italia tak mampu membayar gaji mahal yang diminta eks nakhoda Man City tersebut.
Paolo Maldini dan Leonardo lantas membidik Andrea Pirlo sebagai kandidat berikutnya.
Belum sempat menuju putusan final, penunjukan Pirlo batal karena alasan politis dan keterkaitannya dengan perusahaan judi asal Rusia, Fonbet.
Dijegalnya Pirlo membuat Maldini dan Leonardo serentak resign dari jabatannya meski baru 17 hari bertugas.
Kubu Italia tidak mau ambil pusing dan segera menunjuk kembali Roberto Mancini untuk menukangi tim nasional.
Mancini adalah satu dari dua kandidat yang dijagokan versi internal FIGC dengan Antonio Conte sebagai pesaingnya.
Mancini nanti bakal didampingi oleh Claudio Ranieri yang ditunjuk sebagai direktur teknik guna menggantikan Paolo Maldini.
Dua sosok senior yang kini bekerja sama untuk membangun Gli Azzurri tersebut lantas dipandang skeptis oleh Luciano Spalletti.
"Maldini jelas mewakili sesuatu yang baru, yang sangat dibutuhkan,” kata Spalletti seperti dikutip dari Football Italia.
"Itu seperti mencoba memperbarui firmware pada ponsel yang sudah ketinggalan zaman; itu sama sekali tidak berhasil."
"Alih-alih membeli ponsel baru, kami justru tetap menggunakan yang lama dan tidak memperbaruinya," tuturnya.
Lebih lanjut Spalletti menilai penunjukan Roberto Mancini dan Claudio Ranieri sebagai langkah mundur.
Keduanya diragukan bisa mengembalikan Timnas Italia ke jalur yang benar.
Jika Maldini yang dipilih, maka Italia akan berlari jauh ke depan.
Sementara itu dengan hadirnya Mancini dan Ranieri, La Nazionale malah turun gigi.
"Saya tidak bisa memastikan itu," ucap Spalletti melanjutkan.
"Maldini melambangkan perpindahan ke gigi keempat dan melaju kencang di jalan, tetapi sebaliknya, kami malah kembali ke gigi kedua," pungkasnya.