BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin Sungailiat, Kabupaten Bangka terus mengoptimalkan kinerja keuangan dan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat.
Direktur RSUD Depati Bahrin Sungailiat, dr Yogi Yamani mengatakan bahwa target pendapatan rumah sakit mengalami penyesuaian setiap tahunnya seiring dengan peningkatan mutu layanan.
"Untuk sekarang ini sudah Rp40 miliar, kalau tahun ini Rp76 miliar. Tapi nanti ada revisi di ABT (Anggaran Belanja Tambahan), akan dinaikkan untuk target diawal kemarin sudah mencapai 50 persen," kata dr Yogi, Sabtu (1/8/2026).
Apalagi kata dr Yogi, di tahun 2025 lalu pendapatan RSUD Depati Bahrin Sungailiat melampui target yang ditargetkan diawal dan melebihi 100 persen target.
"Targetnya berubah-ubah, kalau tahun 2025 kemarin Rp72 miliar. Kemudian, capaiannya Rp87 miliar. Jadi, capaiannya 100 persen lebih," ungkapnya.
Lebih lanjut dr Yogi menyebut, pendapatan RSUD Depati Bahrin Sungailiat murni dari BLUD mulai dari pelayanan sampai ke pendapatan yang sah lainnya.
"Pendapatan ya misal retribusi parkir, kantin dan martnya. Kemudian dari sewa ATM, sewa tower telkom. BPJS dari pelayanan tadi, BPJS itu pasien yang kita layani dan kita mengajukan klaim dan BPJS membayarnya," terangnya.
Bahkan diakuinya, pendapatan terbesar RSUD Depati Bahrin Sungailiat berasal dari BPJS Kesehatan yang sampai saat ini masih besar atau tinggi dibandingkan dengan pendapatan lain.
"Sumber-sumber pelayanan ada dari BPJS, pasien umum, pasien asuransi dan ketenagakerjaan dan jasa raharja. Jadi hampir 90 persen pendapatan kita ini dari BPJS," ungkapnya.
RSUD Depati Bahri Sungailiat berkomitmen dalam memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan.
(Bangkapos.com/Adi Saputra)