Laporan Wartawan TribunJatim.com, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI – Misteri aksi perusakan (vandalisme) yang menimpa benda cagar budaya bersejarah Kereta Mbah Gleyor di Desa Kandat, Kabupaten Kediri, akhirnya menemui titik terang.
Pihak kepolisian memastikan bahwa pelaku perusakan adalah seorang pria yang berstatus sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Atas dasar tersebut, proses hukum kasus ini tidak dapat dilanjutkan ke tahap penyidikan.
Kapolsek Kandat, Iptu Abdul Azis, membenarkan hasil penyelidikan tersebut.
Identitas pelaku bernama Darminto (45), warga Dusun Bulurejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Kandat, berhasil dikantongi setelah polisi melakukan serangkaian penelusuran sejak Jumat (31/7/2026).
"Pelaku sudah berhasil kami identifikasi. Namun karena yang bersangkutan merupakan ODGJ, ia tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. Pelaku telah kami serahkan kepada Dinas Sosial untuk mendapatkan perawatan," jelas Abdul Azis saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).
Kasus ini mencuat saat perangkat Desa Kandat melaporkan kereta bersejarah Mbah Gleyor dicoret menggunakan cat hijau secara acak hingga menutupi warna asli kayunya.
Baca juga: Handphone Tercebur ke Selokan Saat CFD, Warga Kediri Minta Tolongnya ke Petugas Damkar
Dalam pengembangan penyelidikan, polisi menemukan jejak serupa pada keranda jenazah di pemakaman umum Desa Kandat, serta bagian mata patung arca di kompleks makam keluarga Bani Sores.
Kecurigaan mengarah pada Darminto setelah juru kunci makam, Supriyanto dan Giran, mengenali ciri-ciri pelaku melalui foto dan video yang ditunjukkan petugas.
Pelaku akhirnya berhasil diamankan saat kembali berkeliaran di area pemakaman umum Desa Kandat pada Minggu (2/8/2026) sore sekitar pukul 15.40 WIB.
Usai diamankan, Kepala Desa Sumberejo menyerahkan surat keterangan medis yang memastikan kondisi kejiwaan Darminto.
Pelaku kemudian langsung dirujuk ke UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras milik Dinsos Provinsi Jatim di Kecamatan Kras.
Selain mengungkap pelaku di balik aksi vandalisme, polisi juga menyoroti lemahnya sistem keamanan di lokasi situs Kereta Mbah Gleyor.
Meski area situs sudah dipagari, pintu masuk tidak dilengkapi gembok pengaman dan kawasan tersebut belum terpantau oleh kamera pengawas (CCTV). Hal inilah yang memudahkan pelaku keluar masuk tanpa terdeteksi.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, pemerintah daerah berencana segera membersihkan cat hijau tersebut untuk mengembalikan warna asli kayu kereta.
Ke depan, pengamanan situs cagar budaya resmi ini akan diperketat dengan penambahan gembok serta fasilitas CCTV agar kejadian serupa tidak terulang kembali.