UNESCO resmi menetapkan sekelompok situs purbakala di Prefektur Nara ke dalam daftar Warisan Dunia. Selamat ya Jepang!
Keputusan ini menjadikan wilayah tersebut sebagai situs Warisan Dunia ke-27 bagi Jepang. Situs-situs ini menjadi bukti penting dalam sejarah pembentukan negara terpusat di Jepang.
Pengumuman tersebut diputuskan dalam sidang Komite Warisan Dunia UNESCO yang berlangsung di Busan, Korea Selatan pada hari Minggu (26/7/2026). Kelompok situs ini dinamakan secara resmi sebagai "Asuka-Fujiwara: Situs Arkeologi Ibu Kota Kuno Jepang dan Properti Terkait", seperti dikutip dari Senin (3/8/2026).
"Sebuah halaman baru telah ditambahkan ke sejarah. Masih ada tugas besar di depan untuk melindungi situs-situs kuno yang menakjubkan ini dan memanfaatkannya sebaik mungkin," ujar Tadahiko Kameda, selaku walikota Kashihara.
Pemerintah Kota Kashihara sengaja menyediakan area nonton bersama untuk memantau jalannya sidang komite secara langsung. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 1.000 orang yang terdiri dari warga lokal serta pihak terkait. Suasana langsung menjadi sangat meriah ketika keputusan diumumkan dan konfeti emas diledakkan.
Para ahli sangat menghargai reruntuhan tersebut karena merekam sejarah lahirnya negara terpusat. Proses ini juga tidak lepas dari pengaruh hubungan erat antara Jepang, Tiongkok, dan Semenanjung Korea pada masa lampau.
"Saya ingin melestarikannya untuk generasi mendatang bersama dengan masyarakat di wilayah ini," ucap Yuichi Morikawa, kepala desa Asuka.
Desa Asuka menyimpan 15 dari total 19 situs arkeologi gugusan Asuka-Fujiwara. Seluruh situs di desa ini berasal dari kurun waktu akhir abad keenam sampai permulaan abad kedelapan.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyambut gembira kabar penetapan situs dari prefektur asalnya ini. Beliau menyampaikan rasa bangganya melalui sebuah pernyataan resmi.
"Situs-situs tersebut, harta karun Jepang, telah menjadi harta karun dunia. Kami akan terus melindungi warisan berharga ini," ungkap Perdana Menteri Sanae Takaichi.
Kompleks situs utama ini mencakup reruntuhan Istana Asuka serta Istana Fujiwara. Kedua istana ini memiliki kaitan erat dengan era awal pembangunan negara. Selain itu, terdapat pula sisa-sisa ibu kota pertama Jepang, reruntuhan kuil Buddha, hingga berbagai gundukan makam kuno.
Beberapa contoh gundukan pemakaman terkenal meliputi makam Takamatsuzuka dan makam Kitora. Makam Takamatsuzuka dikenal luas berkat keberadaan muralnya yang memiliki warna cerah. Sementara itu, makam Kitora menyimpan peninggalan berupa peta astronomi tertua di Asia Timur yang masih bertahan hingga saat ini.
Pencapaian ini sekaligus menandai masuknya situs Warisan Dunia baru pertama bagi Jepang dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Sebelumnya, kompleks tambang emas dan perak Pulau Sado lebih dulu masuk ke dalam daftar pada tahun 2024.
Sebelumnya, badan penasihat UNESCO sudah memberikan rekomendasi positif pada bulan Juni agar situs-situs tersebut masuk daftar Warisan Budaya Dunia. Melalui penambahan terbaru ini, Jepang kini mengoleksi total 22 situs Warisan Budaya dan lima situs Warisan Alam Dunia.





