TRIBUNNEWS.COM - Arsenal membuka pembicaraan langsung dengan Newcastle United untuk merekrut kapten mereka, Bruno Guimaraes, setelah sebelumnya negosiasi dilakukan melalui perantara.
Masih belum bisa dipastikan gelandang Brasil berusia 28 tahun itu akan merapat ke tim Meriam London di bursa transfer musim panas ini.
Bruno Guimaraes menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Arsenal, tetapi di sisi lain dia menghormati The Magpies -julukan Newcastle-. Ia akan pindah jika kedua belah pihak menemui kesepakatan yang saling menguntungkan.
Arsenal sebelumnya mengajukan penawaran sebesar 70 juta poundsterling melalui perantara pada bulan lalu.
Namun tawaran tersebut ditolak oleh Newcastle.
Kini, perwakilan klub London Utara tersebut turun langsung untuk mengajukan tawaran yang lebih baik, namun belum diketahui pasti jumlahnya.
Di sisi lain, Newcastle tidak ingin kehilangan Bruno Guimaraes.
Dia masih terikat kontrak dua tahun lagi dengan opsi perpanjangan satu tahun.
Saat ini, setelah Piala Dunia 2026, Bruno Guimaraes telah berangkat ke Spanyol untuk menjalani pemusatan latihan Newcastle di La Manga.
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta beberapa waktu lalu sempat mengungkapkan rencana transfer Meriam London di jendela musim panas ini.
Namun dia tidak spesifik mengatakan soal Guimaraes, Arsenal memiliki rencana ambisius yang akan dilakukan dalam waktu dekat sebelum kompetisi musim 2026/2027 bergulir.
"Klub sangat aktif dan sangat ambisius dalam apa yang ingin kami lakukan," ucap Arteta, dikutip dari BBC.
"Kita perlu meningkatkan persaingan internal. Kita perlu memastikan dan mengidentifikasikan hal-hal yang tidak kita miliki dalam tim," jelasnya.
Bruno Guimaraes bisa dikatakan sebagai salah satu gelandang paling komplet di Liga Inggris. Musim sebelumnya, dia menghasilkan delapan gol dan sembilan assist untuk Newcastle di semua kompetisi.
Kapten The Magpies itu menawarkan kombinasi kemampuan yang jarang dimiliki gelandang Arsenal saat ini. Ia mampu menjadi pengatur tempo, memutus serangan lawan, sekaligus ikut membangun serangan dari lini kedua.
Jika bergabung dengan Arsenal, dia akan menambah persaingan di lini tengah bersama Martin Zubimendi, Martin Odegaard, Mikel Merino, dan Lewis-Skelly.
Tapi, di mana dia lebih cocok untuk dimainkan? Sebagai gelandang bertahan atau gelandang serang nomor 8 seperti Rice?
Bruno Guimaraes mengisi posisi gelandang bertahan nomor 6 di bawah asuhan Eddie Howe.
Dia bisa memainkan peran yang berbeda di lini tengah untuk membantu timnya membawa bola ke pertahanan lawan, melakukan umpan, dan pengatur ritme transisi dari pemain sayap serta penyerang.
"Tugas saya adalah membawa bola keluar, melakukan beberapa umpan, menemukan pemain sayap dan penyerang," ungkap Guimaraes dikutip dari Sky Sports.
"Saya bisa bermain di kedua posisi, tetapi Eddie Howe harus membuat pilihan, dan bagi saya yang terpenting dapat membantu tim untuk meraih kemenangan."
"Saya pikir posisi terbaik saya adalah di nomor 8, tetapi saya bisa bermain di nomor 6. Itu bukan masalah bagi saya," jelasnya.
Fleksibilitas dan kemampuannya untuk beradaptasi inilah yang dapat memberikan variasi bagi Arteta dalam skuadnya.
Meskipun pada akhirnya ditempatkan sebagai nomor 6 gelandang bertahan, Guimaraes memiliki kemampuan untuk melakukan serangan.
Pada musim 2022/2023, Guimaraes menyelesaikan kompetisi dengan menghasilkan 4 gol dan 5 assist sebagai nomor 6.
Musim berikutnya, statistik Guimaraes meningkat drastis dengan menghasilkan total 15 kontribusi (7 gol, 8 assist).
Secara total, Guimaraes telah memberikan kontribusi yang mengesankan berupa 30 gol dan 25 assist dalam 153 pertandingan Newcastle di Liga Inggris.
Hadirnya Guimaraes di Arsenal dapat membuat Arteta menyandingkannya dengan Declan Rice dalam formasi double pivot. Kemudian menurunkan salah satu dari Odegaard atau Eberechi Eze sebagai gelandang serang murni (nomor 10).
Namun jika Rice memerlukan waktu istirahat atau faktor kondisi fisik yang kurang mumpuni, Arteta dapat menurunkan Odegaard dan Eze secara bersamaan, di mana Guimaraes akan bertindak sebagai gelandang bertahan (nomor 6).
Sebaliknya, jika Arteta menginginkan kekuatan fisik daripada kemampuan menggiring bola, dia dapat mengorbankan seorang playmaker untuk memainkan Zubimendi sehingga mendorong Guimaraes bermain lebih ke depan.
Ketiganya memungkinkan Arsenal untuk memenangkan duel fisik di lini tengah.
Untuk diketahui, Guimaraes juga memiliki statistik yang hampir sama dengan Odegaard sebagai pengumpan.
Rasio dalam 90 menit waktu pertandingan untuk umpan terobosan, umpan ke depan, bahkan lebih efisien dalam hal akurasi umpan ke depan.
Statistik yang disajikan Sky Sports dapat mencerminkan kemampuannya untuk membongkar pertahanan lawan jika Arsenal kehilangan Odegaard. Ia bisa menjadi alternatif Arteta untuk sumber kreativitas dari lini tengah.
Arteta juga sangat menyukai pemain yang dapat memainkan lebih dari satu posisi, dan hadirnya Guimaraes akan menambah variasi taktik Arsenal tanpa harus menggantik banyak pemain.
(Tribunnews.com/Sina)