Benny Sihombing Dokter Suruh Pasien BPJS Pindah Kamar Jenazah Usai Ngeluh 8 Jam Tak Dapat Perawatan
Angel aginta sembiring August 05, 2026 07:54 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Sosok Benny Sihombing dokter suruh pasien BPJS pindah ke kamar jenazah usai ngeluh 8 jam tak dapat ruang perawatan.

Adapun sosok Benny Sihombing menjadi sorotan setelah menyuruh pasien BPJS Bogor bernama Yurizal Tri Chaerawan pindah ke kamar jenazah.

Dimana sebelumnya Yurizal Tri Chaerawan sempat mengeluhkan pelayanan rumah sakit pada pasien BPJS Kesehatan sebelum menghembuskan napas terakhir.

"8 jam blm dpt ruangan (emot sedih). Gamau spill RS nya, soalnya gue pasien pake BPJS (emot mata berkaca-kaca)," tulisnya.

Utas Yurizal justru ditanggapi sini sejumlah tenaga kesehatan (nakes).

Baca juga: Respons Jenderal Listyo Sigit Soal Ganti Kapolri,5 Nama Masuk Bursa Calon Kapolri Ada Komjen Karyoto

Satu diantaranya dokter Benny Christian Sihombing yang menyarankan Yurizal pindah ke kamar jenazah.

"Kalo full, mau dipindahkan kemana ? Mau di lantai ?

Gak ada hubungannya sama BPJS atau nggak.

BPJS yang make banyak, otomatis yang dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri.

Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong.

Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," tulis Benny Christian Sihombing di kolom komentar.

Bahkan ironinya kini, Yurizal Tri Chaerawan sudah meninggal dunia.

Sahabat almarhum, Firhan Arief bercerita dampak besar bagi mental Yurizal atas komentar-komentar nakes tersebut.

"Saya juga bersaksi, alm menangis dan sedih lihat threads ini. Alm capek, lelah, tapi saya gak ada di sebelah nya jadi beliau luapkan rasa sedih nya di sini," ujar Firhan.

Karenanya, Yurizal pun memutuskan untuk tidak lagi memegang ponsel setelah utasnya ramai dibanjiri komentar nirempati.

Hingga pada tanggal 31 Juli 2026, Yurizal menghembuskan napas terakhir.

Baca juga: CURHAT Ibu Eks Istri Polisi yang Tewas, Sempat Larang WLG Bertemu Bripka IH: Anakku Jadi Korban KDRT

Benny Sihombing Minta Maaf

Kini Benny Christian Sihombing meminta maaf.

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketikan saya di media sosial Threads.

Saya juga ingin menyampaikan turut berduka cita kepada pemilik utas yaitu almarhum Yurizal.

Saya berdoa semoga segenap keluarga diberikan penghiburan," katanya.

Ia mengatakan bertanggungjawab atas komentar yang menyarankan Yurizal pindah ke kamar jenazah.

"Saya bertanggung jawab penuh atas segala tulisan yang saya buat. Dan jika pun nanti ada proses hukum, saya akan mengikutinya tanpa pembelaan ataupun menyewa pengacara," katanya.

Selain itu Benny juga mengaku siap menerima sanksi apapun.

Baca juga: Praktik Industri Pod Getar Ditemukan Disembunyikan di Kandang Ayam Rumah Warga di Sunggal

"Saya juga akan menerima semua konsekuensi dari rumah sakit, IDI, MKEK, pengadilan, atau instansi lainnya," katanya.

Detik-detik Sebelum Yurizal Pasien BPJS Meninggal karena Drop Dinyinyiri Nakes

Sebelumnya terungkap detik-detik sebelum Yusizal Tri Chaerawan pasien BPJS meninggal karena drop dinyinyiri oknum nakes.

Adapun pria bernama Yurizal Tri Chaerawan jadi sorotan di media sosial lantaran curhatannya di platform threads yang ramai diperbincangkan.

Dimana Yurizal Tri Chaerawan dinyinyiri pedas oleh nakes saat berada di rumah sakit.

Awalnya pada 22 Juli 2026 lalu Yurizal curhat bahwa dia sedang berada di rumah sakit.

Tapi hingga delapan jam menunggu, ia tak juga dibawa ke ruang perawatan.

"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," tulis Yurizal di akun threads-nya pada 22 Juli 2026 lalu.

Tak berselang lama, curhatan Yurizal itu pun dibanjiri komentar nyinyir netizen.

Namun siapa sangka, beberapa komentar nyinyir tersebut berasal dari dokter dan juga perawat.

Yurizal tampaknya tak menyangka curhatan singkatnya justru direspon dengan komentar nirempati.

Hingga akhirnya pada 31 Juli 2026 atau sembilan hari setelah menulis curhatan viral tersebut, Yurizal menghembuskan napas terakhir.

"Saya sahabat dekat Alm Yurizal. Saya yang tau riwayat penyakit Alm dari awal sampai Alm hembuskan nafas terakhir.

Saya yang betul betul mendampingi Alm dari awal masuk IGD, nunggu CT Scan sampai 48 jam, dapat ruangan setelah 2 hari di IGD, dan bahkan ketika Alm mau masuk HCU ruangan penuh, akhirnya Alm diberikan tindakan khusus di ruang ranap.

Saya juga bersaksi, alm menangis dan sedih lihat threads ini. Alm capek, lelah, tapi saya gak ada di sebelah nya jadi beliau luapkan rasa sedih nya di sini," pungkas Firhan.

Sebelum meninggal, Yurizal sempat berurai air mata.

Yurizal bahkan enggan memegang ponsel lantaran sakit hati dengan komentar nyinyir para nakes atas kondisinya.

Padahal kata Firhan, niatan Yurizal curhat di media sosial adalah karena tak punya teman berbagi keluh kesah.

"Ketika baca threads ini, Alm kondisi menurun dan sudah tidak megang alat komunikasi, airplane mode karena gk mau buka social media lagi.

Saya mewakili keluarga dan sahabat, Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar besar nya untuk Alm Yurizal.

Semoga Alm Yurizal Tri Chaerawan, sahabat saya diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin," kata Firhan.

(*/Tribun-medan.com//Tribunbogor)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.