Karhutla Kembali Terjadi di Martapura Barat, BPBD Banjar Catat Lima Titik Hotspot
Irfani Rahman August 05, 2026 08:49 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan Rabu (5/8/2026). 

Kali ini api muncul di depan kawasan Makam Datu Bagul, Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Drs. Wasis Nugraha, S.IP, mengatakan tim gabungan Satgas Karhutla yang berada di lokasi langsung melakukan pemadaman sehingga api berhasil dikendalikan.

"Hingga sore hari kondisi api sudah padam. Sementara luas lahan yang terbakar, luas lahan yang berhasil ditangani, serta jenis vegetasi masih dalam proses pendataan," ujar Wasis dalam laporan harian Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar, Rabu (5/8/2026).

Selain menangani kebakaran tersebut, BPBD juga memantau sebaran titik panas (hotspot). Berdasarkan data satelit Sipongi pada 5 Agustus 2026, terdapat lima hotspot di Kabupaten Banjar.

Baca juga: Sakit Hati Sering Diejek, Lansia di Banjar Kalsel Bunuh Tetangga Rekayasa Korban Seolah Gantung Diri

Baca juga: BMKG Ungkap Fakta Gempa di Tabalong Kalsel, Warga Akui Tak Ada yang Rasakan Getaran

Tiga titik berada di Desa Alimukim, Kecamatan Pengaron, sementara masing-masing satu titik terpantau di Desa Pematang Danau, Kecamatan Mataraman, dan Desa Remo, Kecamatan Paramasan. Seluruhnya memiliki tingkat kepercayaan (confidence) kategori sedang.

Di sisi lain, dampak musim kemarau masih dirasakan warga di sejumlah wilayah. Hingga Rabu sore, BPBD bersama lintas sektor telah mendistribusikan 894.450 liter air bersih kepada masyarakat di 31 desa yang tersebar di 11 kecamatan.

Wilayah penerima distribusi air bersih meliputi Kecamatan Gambut, Sungai Tabuk, Martapura, Karang Intan, Astambul, Mataraman, Beruntung Baru, Martapura Barat, Martapura Timur, Sambung Makmur, dan Cintapuri Darussalam.

Dalam mendukung penyaluran air bersih, BPBD juga menempatkan 114 tandon air di sejumlah desa yang rawan mengalami kekeringan.

BPBD bersama instansi terkait terus bersiaga melalui posko siaga darurat karhutla dan kekeringan, sekaligus melakukan patroli, pemantauan hotspot, serta koordinasi dengan TNI, Polri, relawan, dan masyarakat guna mengantisipasi munculnya titik api baru.

(Banjarmasin post/Nurholis Huda)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.