Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Bengkel praktik otomotif SMKN 1 Bireuen sejak Januari 2026 hingga Rabu (5/8/2026) telah menangani perbaikan sejumlah mobil yang mengalami kerusakan akibat terendam banjir. Kendaraan yang diperbaiki tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Aceh, tetapi juga dari Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Pantauan Serambinews.com di bengkel praktik SMKN 1 Bireuen, Rabu (5/8/2026), terlihat sejumlah mobil bertransmisi otomatis (matic) maupun manual berada di dalam dan di depan bengkel untuk menjalani proses perbaikan. Para siswa jurusan otomotif bersama teknisi tampak sibuk mengerjakan berbagai kendaraan tersebut.
Seluruh proses perbaikan dikoordinasikan oleh Ketua Jurusan Otomotif SMKN 1 Bireuen, M Rizal.
Salah seorang pemilik kendaraan asal Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengaku sengaja membawa mobilnya ke SMKN 1 Bireuen setelah memperoleh informasi bahwa bengkel tersebut telah berhasil memperbaiki beberapa mobil matic yang rusak akibat terendam banjir.
Di dalam bengkel, para siswa terlihat bekerja memperbaiki kendaraan, sementara M Rizal menggunakan sebuah laptop untuk melakukan pemeriksaan melalui aplikasi diagnosis khusus guna mendeteksi kerusakan pada sistem elektronik kendaraan.
M Rizal menjelaskan, awalnya ia diminta membantu memperbaiki sebuah mobil milik rekannya di Peusangan yang rusak akibat banjir. Kendaraan tersebut kemudian diderek ke bengkel praktik SMKN 1 Bireuen untuk diperiksa.
"Hasil pengecekan menggunakan aplikasi menunjukkan ada sejumlah komponen elektronik yang terendam banjir sehingga tidak lagi berfungsi secara normal dan harus diganti," ujarnya.
Sejak keberhasilan perbaikan kendaraan pertama tersebut, semakin banyak pemilik mobil dengan kerusakan serupa datang ke bengkel praktik SMKN 1 Bireuen.
"Kalau mobil sudah dibawa ke sini dan kami mengetahui penyebab kerusakannya, tentu akan kami periksa dan perbaiki semaksimal mungkin," kata Rizal, lulusan pendidikan otomotif di Padang tahun 2009.
Menurutnya, pengalaman, penguasaan teknologi, serta terus mempelajari sistem kendaraan keluaran terbaru menjadi modal utama dalam menangani berbagai kerusakan, khususnya pada mobil modern yang didominasi sistem elektronik.
Perbaikan kendaraan melibatkan siswa jurusan otomotif bersama beberapa teknisi bengkel dan umumnya dilakukan pada sore hari setelah kegiatan belajar mengajar selesai.
Ia menjelaskan, kerusakan pada mobil bertransmisi manual relatif lebih mudah dideteksi melalui kondisi mesin dan suara kendaraan. Sebaliknya, mobil matic, terutama keluaran terbaru, memerlukan pemeriksaan menggunakan aplikasi diagnosis sesuai merek kendaraan.
"Dengan bantuan aplikasi tersebut, kami bisa mengetahui komponen mana yang masih berfungsi normal dan mana yang mengalami kerusakan," jelasnya.
Pantauan Serambinews.com, saat salah satu kendaraan diperiksa, layar laptop menampilkan hasil diagnosis dalam bahasa Inggris yang menjelaskan kondisi setiap komponen mesin. Sistem tersebut memberikan informasi secara rinci mengenai komponen yang masih normal maupun yang mengalami gangguan akibat terendam banjir. (*)