TRIBUNMANADO.CO.ID, Tondano - Cuaca panas dampak el nino rupanya tak terlalu berdampak ke hasil sawah di Minahasa.
Pasalnya bertepatan para petani sedang atau sudah memasuki masa panen, bukan masa tanam.
"Belum ada laporan gagal panen ini, justru ini adalah masa panen di Minahasa, jadi panas bisa mereka gunakan untuk jemur gabah," kata Margaret Ratulangi Kadis Pertanian Minahasa, Kamis 6 Agustus 2026.
Petani diperkirakan akan kembali menanam padi pada Oktober, sebab diprediksi hujan pada Oktober 2026.
"Kami juga sudah sampaikan ke petani untuk melihat cuaca saat hendak hendak tanam padi, apalagi sawah tadah hujan," ujar Evana Pangkey, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Minahasa.
Di Minahasa masih banyak sawah tadah hujan, semisal di wilayah Sumarayar, Sendangan, Sonder dan lainnya.
Minahasa memiliki luas lahan persawahan 5.175 hektare.
Data hasil produksi sawah di Minahasa pada Januari 2.069 ton gabah kering.
"Untuk panen tidak merata di seluruh wilayah Minahasa," kata dia.
"Semoga saja musim panas ini tidak berkepanjangan, sehingga petani bisa tanam padi lagi," pungkasnya.
Berikut rincian produksi gabah kering di Minahasa 20206:
1. Februari 1.776 ton
2. Maret 1.800 ton
3. April 3.000 ton
4. Mei 4.000 ton
5. Juni 3.800 ton
6. Juli 3.100 ton
(TribunManado.co.id/Amg)