Antrean BBM Meningkat, Disperindag Malteng Siapkan Forum Pengawasan Distribusi
Ode Alfin Risanto August 07, 2026 10:52 AM

 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMGON.COM - Kabutuhan masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM) belakangan semakin tinggi. Terlebih arus mobilisasi masyarakat yang kian intens di Kabupaten Maluku Tengah.

‎Kendaraan roda dua, roda empat hingga roda enam sama-sama urgen dalam konsumsi BBM. 

‎Terlebih kebutuhan akan BBM bersubsidi. Sejalan dengan itu, tingginya konsumen BBM bersubsidi memicu persoalan baru.

Baca juga: Gotong Royong Bangun Sumur Bor dan MCK, Wakapolresta Ambon Turun Angkat Pasir

Baca juga: Bupati Malteng Sambut Peserta Darwin–Banda Yacht Race 2026, Perkuat Persahabatan Antarbangsa

‎Seperti misalnya, jalur antrean di Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Masohi yang terpantau membludak beberapa waktu belakangan. 

‎Hasil observasi Pertamina, diketahui bahwa salah satu penyebabnya ialah konsumen BBM nonsubsidi yang beralih ke BBM subsidi.

‎Walau begitu, Pertamina memastikan bahwa stok BBM masih aman dan tidak ada kelangkaan maupun kekosongan sama sekali.

‎Pertamina juga meminta agar Pemerintah Daerah turut membantu mengawasi distribusi BBM ke masyarakat.

‎Respon Disperindag Maluku Tengah

‎Merespon kejadian tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Tengah memastikan akan membentuk forum khusus untuk mengawasi distribusi BBM subsidi.

‎"‎Untuk saat ini belum ya. Tapi pembicaraan dengan DPRD dan Pertamina itu diantara rekomendasinya ialah membuat sebuah forum yang secara rutin akan ketemu dan memastikan bahwa apa-apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab kami itu bisa dilihat," ujar Kadis Perindag, Erny Rahman, Rabu (5/8/2026) lalu.

‎Kadis Perindag Maluku Tengah Erny Rahman memberi contoh di bidang pangan terdapat satuan tugas (Satgas) pangan, maka tentu di bidang Migas juga diperlukan, namun dalam format forum tertentu. 

‎"Contoh, Satgas pangan melibatkan semua orang, Satgas Migas ini belum. Kita bikin dalam bentuk forum (bukan Satgas). Kita bersedia untuk membuat forum khusus bersama-sama," terang Erny.

‎Walau begitu, Erny menjabarkan bahwa koordinasi dan kerja lintas sektoral telah berjalan antara Disperindag, Pertamina, juga Perhubungan, dimana fokusnya memantau mobilisasi dan kebutuhan BBM di hari-hari besar.

‎"Sebenarnya, tanpa forum itu Disperindag, Pertamina, Perhubungan, itu melakukannya (pengawasan) rutin tu hari-hari besar nasional dan hari-hari besar keagamaan. Tanpa membuat forum, kami sudah melakukan kesepakatan bersama," ulas Kadis.

‎Erny Rahman menyebut, ketika Disperindag mengusulkan penambahan kuota BBM, maka Pertamina harus memastikan distribusinya tepat sasaran. 

‎Adapula Dinas Perhubungan yang mengecek kejadian antrian yang membludak.

‎"Karena saya akan mengusulkan penambahan kuota atas hal itu, dan Pertamina harus memastikan ada pembagian yang benar untuk kegiatan itu (distribusi). Termasuk kami juga harus memanggil Perhubungan untuk memastikan, kenapa ada antri dan sebagainya," rincinya.

‎Ditambahkan, secara kerja tugas-tugas tersebut telah berjalan, namun forum resminya belum terbentuk.

‎Ia mengaku, Disperindag Maluku Tengah selalu koordinasi dengan pihak Pertamina untuk pengawasan di lapangan.

‎"Itu (forum) sebenarnya sudah jalan, karena memang untuk forum resmi sampai saat ini belum ada. Kami dinas tidak diberi tanggung jawab langsung untuk mengawasi Migas, tetapi karena kami melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina maka kami turun," pungkas Erny.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.