- Memperingatkan soal nuklir mematikan Amerika Serikat (AS), misi Iran di PBB peringatkan bahaya kiamat seperti Hiroshima.
Misi Tetap Republik Islam Iran untuk organisasi internasional di Wina secara tegas membongkar bahaya ekspansi persenjataan nuklir Amerika Serikat.
Mengutip Tasnim pada (7/8), hal ini diungkap dalam peryataan resminya di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Iran menggambarkan bahwa perluasan nuklir AS merupakan ancaman nyata bagi keberlangsungan hidup seluruh umat manusia.
Perwakilan Iran mengingatkan dunia akan warisan sejarah yang sangat menyakitkan dari tragedi pemboman atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Peristiwa kelam tersebut menjadi pengingat tajam mengenai penderitaan luar biasa yang mampu ditimbulkan oleh senjata pemusnah massal mengerikan ini.
“Warisan menyakitkan dari pemboman atom Hiroshima dan Nagasaki merupakan pengingat tajam akan penderitaan manusia yang mendalam yang disebabkan oleh senjata-senjata mengerikan ini,” tulis Perwakilan Tetap Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Internasional lainnya di Wina, Austria, dalam sebuah pesan pada tanggal X.
Kehancuran massal serta radiasi mematikan akibat bom atom terbukti dapat merusak lingkungan hingga membahayakan generasi yang belum lahir.
Pihak Misi Iran menegaskan bahwa dunia kini membayangkan potensi kiamat serupa jika pengembangan nuklir AS tidak segera dihentikan.
“Kematian dan kehancuran yang meluas serta radiasi mematikan yang bahkan membahayakan generasi yang belum lahir membuktikan bahwa satu-satunya jaminan mutlak untuk mencegah tragedi kelam seperti itu terjadi lagi adalah penghapusan total semua senjata nuklir sebelum senjata-senjata itu menghancurkan kita semua,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Satu-satunya jaminan mutlak untuk mencegah tragedi kiamat nuklir terulang adalah dengan melakukan penghapusan total seluruh senjata nuklir di dunia.
Langkah pemusnahan total ini dinilai sangat mendesak sebelum senjata-senjata berbahaya tersebut benar-benar menghancurkan peradaban manusia.
Namun, Amerika Serikat disorot tajam karena menjadi satu-satunya negara di dunia yang memiliki rekam jejak pernah menggunakan senjata nuklir dalam perang.
Meskipun berstatus sebagai negara penyimpan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), AS justru dituduh terus memperluas dan memodernisasi persenjataan nuklirnya.
Pelanggaran serta ketidakpatuhan AS terhadap kewajiban perlucutan senjata nuklir dilaporkan telah berlangsung secara konsisten selama 56 tahun.
Pembangkangan AS terhadap aturan internasional ini membuat seluruh umat manusia dipaksa hidup di bawah ancaman bayang-bayang kiamat nuklir yang terus-menerus.
“Namun AS—satu-satunya negara yang pernah menggunakan senjata nuklir dan salah satu negara penyimpan NPT—terus memperluas dan memodernisasi persenjataan nuklirnya sebagai bagian dari 56 tahun ketidakpatuhannya terhadap kewajiban perlucutan senjata nuklir berdasarkan Perjanjian tersebut, sehingga seluruh umat manusia hidup di bawah ancaman yang terus-menerus.”