- Media sosial dihebohkan dengan sebuah publikasi ilmiah terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusulkan masuk nominasi Nobel Perdamaian 2026.
Pasalnya, publikasi yang mencantumkan nama Prabowo Subianto tersebut diduga menggunakan bantuan artificial intelligence (AI).
Akun X @TxtdariiUGM mengklaim menemukan sisa prompt AI yang diduga belum dihapus dari naskah.
Bahkan, hasil pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi AI disebut menunjukkan tingkat deteksi hingga 93 persen.
"Paper nobel perdamaiannya Prabowo ada sisa prompt yg kelupaan dihapus HAHAHA. Pake AI donggg buat papernya," tulisnya, dikutip pada Jumat (7/8/2026).
Publikasi ilmiah tersebut mencantumkan 10 penulis dan diunggah ke SSRN pada 31 Maret 2026.
Selain Prabowo, ada nama Ashar Sunarso (Institut Pemerintahan Dalam Negeri), Dian Damayanti (Universitas Borobudur), hingga Iwan Iwan (Universitas Negeri Jakarta).
Dalam abstraknya dijelaskan bahwa MBG yang diinisiasi Badan Gizi Nasional merupakan upaya strategis untuk mengintegrasikan kesejahteraan sosial dengan model bisnis cerdas.
Tujuannya untuk memperkuat industri ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menanggapi viralnya publikasi tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) buka suara.
Pihaknya menegaskan bahwa penulis utama yakni Dian Damayanti tidak berstatus sebagai dosen di perguruan tinggi.
"Berdasarkan hasil penelusuran sementara, DD belum menyandang jabatan akademik Guru Besar dan tidak terafiliasi sebagai dosen pada perguruan tinggi," demikian keterangan tertulis Kemendiktisaintek, Kamis (6/8/2026).
Kemendiktisaintek menegaskan bahwa pencantuman nama seseorang sebagai penulis dalam makalah yang diunggah ke SSRN tidak otomatis menunjukkan adanya persetujuan dari pihak yang bersangkutan.
Sebab, informasi mengenai penulis diinput oleh pihak yang mengunggah naskah.
Saat ini, proses investigasi terkait publikasi yang mencatut nama Prabowo masih berlangsung.
Jika ditemukan pelanggaran, maka Kemendiktisaintek akan mengambil tindakan sesuai peraturan yang berlaku.