- Pangkalan Amerika Serikat (AS) di seluruh kawasan Timur Tengah dalam pantauan ketat Angkatan Darat Iran.
Wakil koordinator Angkatan Udara Angkatan Darat Iran diakuinya siap meratakan wilayah musuh.
Mengutip IRNA pada (7/8), wakil koordinator Angkatan Udara Iran buka suara.
Dia mengungkapkan bahwa militer telah memantau ketat seluruh pangkalan AS selama beberapa tahun terakhir.
Pengawasan tanpa henti ini dilakukan untuk memetakan setiap pergerakan serta kelemahan dari instalasi militer Amerika di kawasan Asia Barat.
Pihak Angkatan Udara Iran menegaskan telah merancang berbagai skenario operasional mematikan yang siap dieksekusi untuk meratakan wilayah musuh.
Brigadir Jenderal Pilot Masoud Jafari menyebut pihak musuh sama sekali tidak membayangkan keberanian Angkatan Udara Iran untuk menggelar operasi langsung.
Faktor kejutan dan keberanian tinggi itulah yang menjadi kunci sukses utama di balik keberhasilan pelaksanaan misi gempuran udara tersebut.
Para pilot tempur Iran secara sadar mengambil tanggung jawab penuh atas misi yang memiliki risiko sangat tinggi tersebut.
Berbekal data intelijen yang sangat presisi, para penerbang tempur Iran nekat menerobos zona bahaya demi menghancurkan target utama.
“Para pilot kami menerima misi ini dengan kesadaran penuh akan risiko, taruhan yang sangat tinggi, dan informasi intelijen yang tersedia. Bahkan, mereka mewujudkan apa yang tampaknya mustahil,” katanya.
Jenderal Jafari memberikan apresiasi tinggi kepada para pilot yang berhasil mewujudkan misi yang tadinya dianggap mustahil oleh musuh.
Keberhasilan penyerangan udara ini membuktikan bahwa pertahanan pangkalan AS sebenarnya memiliki celah yang berhasil dieksploitasi oleh Iran.
Terkait nasib para personel yang terlibat, ia mengonfirmasi gugurnya Pilot Majid Kazemi yang jenazahnya telah berhasil dipulangkan ke tanah air.
Hingga saat ini, pihak militer Iran masih terus melakukan penelusuran informasi terkait keberadaan tiga pilot tempur lainnya yang terlibat misi.
Kendati harus dibayar mahal, kesiapan skenario operasional Iran mempertegas bahwa seluruh pangkalan AS kini berada dalam ancaman kehancuran nyata.