TRIBUNBATAM.id, BATAM - Empat bulan setelah Bripda Natanael Simanungkalit dimakamkan, luka yang ditinggalkan rupanya belum juga sembuh bagi kedua orang tuanya.
Di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam, Royamser Simanungkalit menceritakan bagaimana kematian putranya mengubah kehidupan keluarganya.
Saat diberi kesempatan menyampaikan dampak yang dialami keluarga, Royamser mengaku istrinya hingga kini masih mengalami tekanan psikologis berat.
"Stres, Yang Mulia. Semenjak kejadian sampai sekarang dia belum bisa beraktivitas normal. Kadang tengah malam dia pegang handphone anak kami, seolah-olah masih berharap ada pesan masuk. Dia bilang, 'Tolong saya... tolong saya...," ujar Royamser dengan suara bergetar di dalam persidangan, Kamis (6/8/2026).
Menurut ayah empat anak ini, kondisi itu membuat dirinya tak pernah berani meninggalkan sang istri sendirian.
Setiap kali ada yang membicarakan Natanael, istrinya kembali larut dalam kesedihan dan sulit mengendalikan emosinya.
"Saya takut meninggalkan dia ke mana-mana. Asal cerita tentang anak kami, dia langsung seperti itu," katanya.
Tak hanya meninggalkan luka batin, Royamser mengaku peristiwa itu juga berdampak pada kehidupannya sehari-hari.
Ia mengatakan sejak putranya meninggal, dirinya tidak lagi mampu bekerja karena harus mendampingi istrinya yang masih terpukul.
"Saya enggak pernah kerja lagi. Silakan dicek. Saya harus mengurus istri saya yang masih sering pingsan. Lutut saya juga sering sakit," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Royamser juga menyampaikan harapannya kepada majelis hakim agar seluruh pihak yang bertanggung jawab dihukum seberat-beratnya.
Sementara itu, terdakwa Arawna Sihombing sempat menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf kepada keluarga korban.
Namun pernyataan tersebut langsung disambut reaksi emosional dari keluarga Natanael yang berada di ruang sidang.
"Enggak usah... enggak usah. Anakku sudah kesakitan, dipukulin juga," teriak salah seorang anggota keluarga.
Royamser kemudian meminta Arawna berkata jujur mengenai seluruh peristiwa yang terjadi malam itu.
"Saya tidak yakin kamu sendiri yang melakukan itu. Jujurlah supaya kau selamat. Kalau kamu jujur, saya mohon kepada majelis hakim itu bisa menjadi pertimbangan," katanya.
Namun Royamser menegaskan, apabila terdakwa tetap berbelit-belit dalam memberikan keterangan, ia berharap majelis hakim menjatuhkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)