- Arab Saudi diklaim masuk dalam daftar target serangan yang tengah dipersiapkan oleh Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC.
Tak hanya itu, sejumlah kelompok proksi yang didukung Teheran juga disebut ikut terlibat.
Informasi tersebut disampaikan seorang sumber senior Saudi kepada Al Arabiya pada Kamis (6/8).
Sumber itu mengaku menerima sejumlah laporan intelijen yang dinilai kredibel.
Menurut laporan tersebut, terdapat koordinasi antara kelompok Houthi di Yaman, milisi Irak yang didukung Iran, dan IRGC.
Mereka disebut sedang mempersiapkan kemungkinan serangan terhadap Arab Saudi.
Sumber Saudi menyebut laporan itu sangat mengkhawatirkan.
Pasalnya, informasi tersebut muncul ketika Kerajaan Saudi masih mendorong deeskalasi dan penyelesaian damai di kawasan.
Arab Saudi menegaskan tidak akan ragu mengambil seluruh langkah yang diperlukan jika menghadapi bentuk agresi apa pun.
Sikap itu disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ancaman baru.
Laporan itu muncul setelah sumber Irak menyebut adanya rencana serangan drone ke negara tetangga dalam 48 jam.
Menurut informasi intelijen, sasaran yang berpotensi diserang meliputi fasilitas sipil, sektor energi, bandara, pelabuhan, hingga infrastruktur vital lainnya.
Pemindahan rudal dan drone juga disebut terpantau sebagai bagian dari persiapan.
Namun hingga kini, belum ada bukti yang dapat diverifikasi secara independen bahwa serangan tersebut benar-benar akan dilaksanakan.
Iran maupun IRGC juga belum memberikan tanggapan resmi.
Di sisi lain, Arab Saudi menyatakan koordinasi dengan Amerika Serikat tetap berjalan sangat kuat.
Kerja sama itu mencakup pertukaran intelijen dan koordinasi antara militer kedua negara.
Laporan ini kembali menunjukkan bahwa situasi keamanan di Timur Tengah masih sangat rapuh.
Meski jalur diplomasi terus diupayakan, potensi eskalasi militer masih menjadi perhatian utama.
Program: Tribun Video Update
Host: Feba Fadhiliana
Editor Video: Aura Dewi Arafuru
Uploader: bagus gema praditiya sukirman