TRIBUN-MEDAN.Com – Keluarga Winda Lorenza Gowasa (30), mantan istri anggota polisi, menilai kematian Winda penuh kejanggalan.
Korban ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala pada Minggu (2/8/2026) di rumah mantan suaminya, Bripka Imansyah Harefa alias Bripka IH, di Kompleks Bumi Asri, Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara.
Pihak keluarga menolak pernyataan kepolisian yang menyebut Winda bunuh diri menggunakan pistol milik mantan suaminya.
Mereka menduga ada perbuatan lain di balik kematian Winda karena ditemukan sejumlah luka lebam dan sayatan di tubuh korban.
Keluarga Bikin Laporan ke Polda Sumut
Ayah korban, Sanalui Gowasa (55), bersama ibu korban yang duduk di kursi roda, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut.
Didampingi kuasa hukum Paul JJ Tambunan, keluarga membuat laporan resmi dengan nomor LP/B/1286/VIII/2026/SPKT Polda Sumut, tanggal 6 Agustus 2026, terkait dugaan pembunuhan.
“Kejanggalan muncul saat jenazah dibawa ke rumah duka. Banyak luka lebam maupun sayatan sehingga keluarga besar membuka pengaduan ke SPKT,” ujar Paul JJ Tambunan, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: AKHIRNYA Bantuan Hukum Hotman 911 Turun Tangan Terkait Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa
Penjelasan Kapolrestabes Medan
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menegaskan pihaknya telah melakukan serangkaian penyelidikan.
Ia menyebut proses scientific crime investigation dengan metode deduktif-induktif sudah dilakukan, melibatkan tim Inafis dan Laboratorium Forensik.
“Barang-barang yang ditemukan di TKP sudah diperiksa ke Laboratorium Forensik,” kata Calvijn, Jumat (7/8/2026).
Calvijn menjelaskan, saat kejadian terdapat enam orang di rumah, termasuk korban, mantan suami, anak, pengasuh, dan nenek.
Korban diduga mengambil senjata api dari tas mantan suami, lalu masuk ke kamar mandi dan menembakkan pistol ke kepalanya.
“Motif bunuh diri ini berdasarkan fakta korban berada di kamar mandi dengan senjata api milik Bripka IH,” ungkap Calvijn.
Baca juga: Orangtua Eks Istri Bripka Imansyah Harefa Buat Laporan ke Polda Sumut, Nilai Kematian Winda Janggal
Fakta-Fakta Penjelasan Dokter Forensik
Sementara, dokter forensik RS Bhayangkara Medan, dr. Mistar Ritonga, menyampaikan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka tembak tempel.
Luka ini terjadi ketika senjata api ditempelkan langsung ke kulit saat ditembakkan.
“Ciri-ciri luka tembaknya adalah luka tembak tempel. Senjatanya menempel ke kulit,” jelas dr. Mistar.
Ia menambahkan, peluru tidak menembus karena energi peluru melemah setelah menabrak tulang tengkorak.
“Tenaganya sudah tidak kuat lagi untuk menembus, jadi terhenti di bawah kulit,” katanya.
Terkait luka lebam, dr. Mistar menegaskan tidak ditemukan tanda kekerasan seperti cekikan.
Menurutnya, lebam yang terlihat kemungkinan akibat perubahan fisiologis setelah kematian atau pecahnya pembuluh darah di sekitar tengkorak.
“Kalaupun ada perubahan, biasanya secara fisiologis, seperti lebam mayat. Itu prinsipnya sama-sama penumpukan darah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan adanya bekas jahitan di leher korban merupakan bagian dari prosedur autopsi.
“Bukan hanya leher, kepala juga. Tengkorak dibuka untuk pemeriksaan, lalu dijahit kembali,” pungkasnya.
Baca juga: LBH Medan dan ILAJ Soroti Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa, Mantan Istri Polisi di Medan
Harapan Keluarga
Kuasa hukum keluarga berharap Polda Sumut bersikap objektif dan transparan dalam mengungkap penyebab kematian Winda.
Mereka meminta agar penyelidikan tidak berhenti pada dugaan bunuh diri, melainkan juga membuka kemungkinan adanya tindak pidana pembunuhan.
“Dengan terbitnya surat penyelidikan, kami berharap bisa membuka apa yang sebenarnya terjadi terhadap Winda,” kata Paul JJ Tambunan.
(*/Mns/Tribun-medan.com)
Baca juga: AKHIRNYA Bantuan Hukum Hotman 911 Turun Tangan Terkait Misteri Kematian Winda Lorenza Gowasa
Baca juga: Penjelasan Dokter Forensik soal Kematian Eks Istri Polisi di Medan yang Dinilai Keluarga Janggal