Bacaan Tawasul Lengkap Sebelum Doa Bersama, Panduan Lengkap agar Mustajab
Muhamad Ridlo August 07, 2026 08:30 PM

Liputan6.com, Jakarta - Tawasul merupakan salah satu amalan yang telah mengakar kuat dalam tradisi keislaman, khususnya di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU). Sebelum melaksanakan doa bersama, baik dalam rangka tahlilan, yasinan, istighotsah, maupun mujahadah, bacaan tawasul lengkap sebelum doa bersama menjadi prosesi penting yang selalu diamalkan.

Secara bahasa, tawasul diambil dari kata tawassala-yatawassalu-tawassulan yang berarti mendekat dengan menggunakan wasilah (media perantara). Adapun secara istilah, tawasul dimaknai sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam bentuk doa atau ibadah melalui perantara, seperti menyebut Asmaul Husna, amal saleh, hingga orang-orang saleh.

Tawasul menjadi penghubung doa yang dipanjatkan dengan keberkahan dari para nabi, wali, dan orang-orang saleh. Tawasul yang dilakukan sebelum doa bersama bertujuan agar ibadah dan doa yang dipanjatkan lebih diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT.

Dalam buku Tradisi Amaliyah Warga NU: Tahlilan, Hadiyuan, Dzikir, Yasinan, Ziarah Kubur, Sutejo Ibnu Pakar membahas apa itu tawasul, landasan, bacaan dan hingga hikmah tawasul.

Bacaan Tawasul Lengkap Sebelum Doa Bersama

Berikut adalah urutan bacaan tawasul lengkap yang biasa diamalkan sebelum doa bersama, baik dalam rangkaian tahlilan, yasinan, istighotsah, maupun mujahadah. Setiap tahap tawasul diakhiri dengan pembacaan Surat Al-Fatihah.

1. Membaca Basmalah

Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Latin: Bismillāhirrahmānirrahīm

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

2. Tawasul kepada Nabi Muhammad SAW

Bacaan pertama dan paling utama ditujukan kepada Rasulullah SAW beserta keluarga, istri, anak, dan keturunannya.

Arab: اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Latin: Ilā hadratin-nabiyyi shallallāhu 'alaihi wasallama wa ālihi wa shahbihi syai'un lillāhi lahumul fātihah

Artinya: "Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."

Setelah membaca tawasul ini, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah.

3. Tawasul kepada Para Nabi, Rasul, Wali, Syuhada, dan Orang Saleh

Arab: ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلَانِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Latin: Tsumma ilā hadrati ikhwānihi minal anbiyā'i wal mursalīna wal-awliyā'i wasy-syuhadā'i wash-shālihīna wash-shahābati wat-tābi'īna wal-'ulamā'il-'āmilīna wal-mushannifīnal-mukhlisīna wa jamī'il-malā'ikatil-muqarrabīna, khushūshan sayyidinā syaikh 'Abdil Qādir al-Jailāni radhiyallāhu 'anhu

Artinya: "Kemudian kepada saudara-saudaranya dari kalangan para nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama yang mengamalkan ilmunya, para penulis yang ikhlas, dan semua malaikat yang didekatkan (kepada Allah), khususnya kepada junjungan kami Syekh Abdul Qadir al-Jailani, semoga Allah meridhainya."

Setelah bacaan ini, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah.

4. Tawasul kepada Semua Ahli Kubur Muslimin dan Muslimat

Arab: ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا

Latin: Tsumma ilā jamī'i ahlil-qubūri minal-muslimīna wal-muslimāti wal-mu'minīna wal-mu'mināti min masyāriqil-ardi ilā maghāribihā barrihā wa bahrihā

Artinya: "Kemudian kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, mukminin laki-laki dan perempuan, dari timur bumi hingga baratnya, baik di darat maupun di laut."

Setelah bacaan ini, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah.

5. Tawasul Khusus untuk Orang Tua, Guru, dan Keluarga

Arab: خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ

Latin: Khushūshan ilā ābā'inā wa ummahātinā wa ajdādinā wa jaddātinā wa masyāyikhinā wa masyāykhi masyāyikhinā wa asātidzatinā wa asātidzati asātidzatina wa liman ahsana ilainā wa limanijtama'nā hāhunā bisababihi

Artinya: "Khususnya kepada bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, ustadz kami, pengajar ustadz kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini."

Setelah bacaan ini, disebutkan nama spesifik orang yang ingin didoakan:

Arab: وَخُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ ... (sebutkan nama lengkap almarhum/almarhumah)

Latin: Wa khushūshan ilā rūhi ... (sebutkan nama)

Artinya: "Dan khususnya kepada ruh ... (sebutkan nama)."

Kemudian ditutup dengan:

Arab: شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Latin: Syai'un lillāhi lahumul fātihah

Artinya: "Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."

Lalu ditutup dengan membaca Surat Al-Fatihah sekali lagi.

Hikmah Tawasul Sebelum Doa Bersama

1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT

Tawasul merupakan salah satu pintu tawajjuh (menghadap)

kepada Allah SWT. Dengan menyertakan nama para nabi dan orang saleh dalam doa, seseorang mendekatkan diri kepada-Nya melalui wasilah yang mulia.

2. Mempercepat terkabulnya doa

Tawasul atau wasilah penting untuk diamalkan terutama saat seseorang akan berdoa, sebagai pendorong agar doa diijabah (dikabulkan) oleh Allah SWT. Tawasul adalah cara mencari wasilah kepada Allah agar doa yang dipanjatkan lekas diijabah.

3. Menjalin silaturahim spiritual

Tawasul sebelum doa bersama menjadi sarana untuk menyambungkan "sinyal" spiritual antara yang berdoa dengan para nabi, wali, dan orang-orang saleh. Adanya saling keterhubungan ini menjadikan orang dapat saling menolong satu sama lain dalam kebaikan.

4. Mengamalkan perintah Al-Qur'an

Tawasul merupakan bentuk pengamalan dari firman Allah dalam Surat Al-Ma'idah ayat 35 yang memerintahkan umat Islam untuk mencari wasilah (jalan mendekatkan diri) kepada-Nya. Dari ayat ini, ulama memutuskan bahwa tawasul adalah sesuatu yang disyariatkan oleh Islam.

5. Mendoakan ahli kubur secara kolektif

Dalam doa bersama, tawasul memungkinkan pahala bacaan dan doa sampai kepada seluruh ahli kubur—mulai dari para nabi, sahabat, wali, hingga keluarga dan kerabat yang telah mendahului. Hal ini sejalan dengan pendapat ulama Maliki, Hanafi, dan Hanbali yang menyatakan bahwa pahala bacaan Al-Qur'an sampai kepada mayit.

6. Memperkuat ukhuwah Islamiyah

Doa bersama yang diawali dengan tawasul menjadi momen kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim, sekaligus mengingatkan akan kehidupan setelah mati dan pentingnya saling mendoakan.

Pertanyaan Seputar Tawasul

1. Apa itu tawasul dan bagaimana cara melakukannya?

Tawasul adalah cara mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam bentuk doa atau ibadah melalui perantara (wasilah), seperti menyebut Asmaul Husna, amal saleh, atau orang-orang saleh. Cara melakukannya adalah dengan membaca doa yang menyertakan nama orang yang dijadikan perantara—misalnya Nabi Muhammad SAW, para wali, atau orang tua yang telah meninggal—lalu memohon kepada Allah agar doa dikabulkan.

2. Apakah tawasul memiliki dalil dalam Al-Qur'an?

Ya, tawasul memiliki landasan syariat yang kuat dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ma'idah ayat 35: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (perantara) untuk mendekatkan diri kepada-Nya." Dalil lainnya terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 64 yang menjelaskan tentang memohon ampun melalui perantara Rasulullah SAW.

3. Bagaimana urutan bacaan tawasul sebelum doa bersama?

Urutan yang benar adalah: (1) Membaca basmalah, (2) Tawasul kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat—lalu membaca Al-Fatihah, (3) Tawasul kepada para nabi, rasul, wali, syuhada, dan orang saleh—lalu membaca Al-Fatihah, (4) Tawasul kepada semua ahli kubur muslimin dan muslimat—lalu membaca Al-Fatihah, (5) Tawasul khusus kepada orang tua, guru, dan keluarga yang dituju—lalu membaca Al-Fatihah.

4. Apakah tawasul termasuk amalan bid'ah?

Tawasul bukanlah amalan bid'ah karena memiliki landasan syariat yang kuat dari Al-Qur'an dan disepakati oleh para ulama Ahlussunnah wal Jama'ah. Dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin halaman 297 dijelaskan bahwa tawasul kepada para nabi serta wali, baik semasa hidup maupun setelah wafat, hukumnya mubah (boleh) secara syara'. Yang terpenting adalah menjaga niat yang ikhlas karena Allah dan tidak meyakini bahwa selain Allah dapat memberikan manfaat atau mudarat secara mandiri.

5. Bolehkah bertawasul kepada orang yang sudah meninggal?

Ya, hukumnya boleh. Tawasul kepada para nabi serta wali, semasa hidup maupun setelah wafat, hukumnya mubah (boleh) secara syara'. Namun perlu ditegaskan bahwa tawasul kepada wali yang sudah wafat bukan berarti meminta kepada wali. Meminta tetap kepada Allah SWT, akan tetapi hanya menjadikan mereka perantara dalam doa kepada Allah SWT. Tujuan hakiki tawasul adalah Allah semata, sedangkan sesuatu yang dijadikan tawasul hanyalah jembatan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.