Viral Truk Berlogo Kopdes Merah Putih Diduga Disewa untuk Angkut Tebu
Desy Selviany August 07, 2026 09:32 PM

WARTAKOTALIVE.COM-Viral truk berlogo Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) diduga disewa untuk membawa tebu. 

Dalam video truk berwarna putih itu terlihat membawa tebu dan over kapasitas. 

Disebutkan truk KDMP yang disewa untuk angkat tebu itu terjadi di Desa Srawung, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. 

Kepala Desa (Kades) Srawung, Sugiono mengaku justru baru mengetahui kejadian yang melibatkan aset desanya itu dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat pada Rabu (5/8/2026). 

Sugiono mengaku tidak tahu menahu terkait truk KDMP dipakai untuk angkut tebu. 

"Saya tahunya ini setelah bertemu dengan Babinsa dan ditunjukkan video yang beredar di TikTok. Saya tidak tahu truknya itu dipakai buat angkut tebu," kata Sugiono, Kamis (6/8/2026), dikutip dari TribunSolo. 

Berdasarkan penelusuran pihak desa, truk KDMP itu digunakan oleh warga Desa Srawung untuk mengangkut tebu menuju Desa Poleng. 

Penggunaan truk pelat merah tersebut ternyata sudah mengantongi izin dari Ketua KDMP Srawung. 

Baca juga: DPR Pertanyakan Anggaran Kipas Angin KDMP, Alasan Menkop: Bukan Kipas Rumahan

Alasan yang diberikan pihak koperasi pun terbilang sepele, yakni hanya sekadar untuk memanaskan mesin kendaraan. 

"Alasannya buat beli solar sama manasi (memanaskan) mesin, sekalian mengangkut tebu ke Poleng. Yang kasih izin itu dari Ketua KDMP," ucap Sugiono. 

Sementara itu anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono meminta pihak terkait memberikan teguran dan menghentikan penyalahgunaan Truk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) 

Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Kanang tersebut usai beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan truk operasional KDMP justru disewakan untuk mengangkut tebu. 

Menurut Kanang pengadaan truk tersebut pada dasarnya diperuntukkan semata-mata guna mendukung operasional KDMP. 

"Kalau sekarang truk digunakan untuk angkutan tebu, tentu ini menyalahi aturan. Pertanyaannya atas seizin siapa truk ini digunakan untuk operasional seperti ini?" kata Kanang kepada Tribunnews.com, Jumat (7/8/2026). 

Kanang juga menyoroti dampak ekonomi sosial dari penyalahgunaan aset tersebut. 

Ia mengingatkan bahwa dalam tata kelola distribusi tebu, masyarakat sudah memiliki ekosistem jasa angkutan truk tersendiri. 

"Jangan sampai hadirnya armada KDMP ini justru mematikan usaha jasa angkutan milik masyarakat. Ini harus mendapatkan teguran dan dihentikan," ujarnya. 

Dugaan penyalahgunaan truk KDMP Desa Srawung ini mencuat setelah videonya beredar luas di media sosial. 

Anggaran pengadaan truk untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pun disorot. 

Pasalnya direncanakan disediakan masing-masing 2 unit truk bagi setiap koperasi di seluruh Indonesia. 

Program ini membutuhkan sekitar 160.000 unit truk untuk disebar ke seluruh Kopdes. 

Nilai anggaran untuk pengadaan kendaraan ini diperkirakan menembus lebih dari Rp72 triliun.
Pengadaan pikap asal India dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. 

Ribuan unit kendaraan telah diserahterimakan ke berbagai koperasi di sejumlah daerah
Truk dan kendaraan pikap ini dibeli untuk mendukung kegiatan ekonomi dan distribusi logistik desa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.