Sudaryono Selidiki Kasus Baru Keracunan MBG di Bogor, Guru dan Orangtua Siswa Ikut Terdampak
Erik S August 07, 2026 09:34 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyelidiki temuan kasus baru dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di wilayah Bogor pada Jumat (7/8/2026).

Insiden terbaru ini tidak hanya dialami oleh para siswa, melainkan juga merambat hingga ke guru dan orang tua murid.

Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan bahwa insiden tersebut baru saja terjadi dan saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan pasti untuk mengetahui sumber utama penyebab keracunan.

"Dan juga ada sebagian juga yang misalnya ini kan yang paling baru kemarin atau tadi malam itu di Bogor. Itu kita lagi cek apakah keracunan karena MBG atau tidaknya belum ada belum ada keterangan ya. Tapi yang jelas ada orang tua yang juga ikut keracunan," ungkap Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026).

Lebih lanjut, ia menyoroti meluasnya dampak gejala gangguan pencernaan dalam insiden keracunan MBG di Bogor ini. Berdasarkan laporan awal yang diterimanya, efek dugaan keracunan tersebut turut memengaruhi guru.

"Khusus misalnya yang di Bogor ini, yang keracunan gurunya juga ada yang mulas, termasuk orang tua siswa. Makanya ini kita lagi cek semuanya," tegasnya.

Saat ini, pihak BGN sedang melakukan analisis menyeluruh terkait temuan tersebut untuk memastikan apakah diare tersebut murni bersumber dari kelalaian dapur MBG atau ada faktor eksternal lainnya.

Baca juga: Kepala BGN Siapkan Sanksi Suspend Permanen Bagi Dapur MBG Penyebab Siswa Keracunan

Fenomena orang tua yang ikut mengalami keracunan menjadi salah satu fokus evaluasi BGN. Berdasarkan penelusuran di BGN termasuk saat sidak ke Bogor sebelumnya, BGN menemukan tren di mana banyak anak yang sengaja tidak menghabiskan bekal lauk MBG.

Siswa disebut merasa iba dan ingin membawanya pulang untuk diberikan kepada keluarga di rumah.

Makanan yang dibawa pulang tersebut kerap kali baru dikonsumsi berjam-jam kemudian, melewati batas aman rekomendasi 4 jam setelah matang. 

Kondisi makanan yang sudah rusak dan basi inilah yang memicu keluhan sakit perut di rumah, yang kemudian sering disalahartikan sebagai insiden keracunan massal langsung dari dapur MBG sekolah. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.