TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan perombakan kabinet dalam waktu dekat. Perombakan diisukan akan menyasar banyak Kementerian dan Lembaga.
Salah satu yang kencang disebut akan direshuffle yakni jabatan Wakil Menteri Pertahanan, setelah Donny Ermawan Taufanto dilantik sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia.
Sejumlah nama muncul dalam bursa Calon Wamenhan di antaranya yakni CEO Republikorp Norman Joesoef.
Republikkorp sendiri yakni perusahaan induk swasta yang bergerak di bidang industri pertahanan dan teknologi strategis.
Selain itu ada juga nama Panglima Kohanudnas Marsdya TNI Andyawan Martono Putra.
Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa belum ada pembahasan mengenai perombakan atau reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo.
Hal itu disampaikan Mensesneg merespon santernya kabar perombakan kabinet akan dilakukan Presiden Prabowo dalam waktu dekat.
“Reshuffle. Ini memang, ini pertanyaan setiap minggu setiap bulan. Nah masalah reshuffle juga perlu kami sampaikan bahwa sampai hari ini belum ada rencana reshuffle Kabinet,” kata Prasetyo di Wisma Negara Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, (7/8/2026).
Menurut Prasetyo, apabila terjadi reshuffle kabinet, nantinya akan diprioritaskan pada jabatan jabatan yang sekarang ini masih kosong diantaranya yakni Wakil Menteri Pertanian dan Wakil Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas).
“Sekali lagi, kalaupun kemudian akan ada terjadi perubahan atau diistilahkan reshuffle, barangkali prioritasnya adalah kepada mengisi jabatan-jabatan yang oleh karena sesuatu hal saat ini jabatan-jabatan itu kosong. Contohnya adalah Wakil Menteri Pertanian, kemudian Wakil Menteri Imipas. Jadi itu kalau mengenai masalah reshuffle,” katanya.