Kebohongan Saepul Alasan Mutilasi Pria di Depok, Bukan Dilecehkan Tapi Marah Ajakan Intim Ditolak
Tsaniyah Faidah August 09, 2026 02:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Motif asli Saepullah (26) membunuh dan memutilasi Kunaefi (51) di Cipayung, Kota Depok, terungkap.

Pelaku yang sempat mengaku hendak dilecehkan korban ternyata berbohong.

Ia nekat menghabisi nyawa Kunaefi karena emosi ajakan berhubungan intim ditolak, sekaligus ingin menguasai sepeda motor milik korban.

Kebohongan Saepullah terbongkar usai penyidik menyelaraskan keterangan dengan fakta lapangan.

Saat pertama kali ditangkap di tempat persembunyiannya di Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/8/2026), Saepullah membuat skenario palsu.

Ia berdalih aksinya tersebut murni bentuk perlawanan diri karena merasa dilecehkan.

"Dia pegang-pegang saya, terus saya berontak dong. Saya berontak terus dia kayak nampar saya," kata Saepullah waktu itu.

Namun, alibi tersebut dipatahkan oleh tim penyidik Polda Metro Jaya.

Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono, menyebut rekayasa cerita itu sengaja dibuat pelaku untuk menutupi niat jahat yang sebenarnya.

Breggy membeberkan bahwa perselisihan bermula ketika Saepullah mengajak korban untuk berhubungan badan.

Ajakan tersebut ditolak oleh Kunaefi. Penolakan itu memicu percekcokan di antara keduanya.

"Korban tidak terima, akhirnya menampar pipi daripada pelaku," kata Breggy.

Baca juga: Ternyata Saepul Masih Aktif di Medsos Usai Mutilasi Kunaefi, Genit Cari Pacar Gay hingga Jualan HP

Tamparan tersebut membakar emosi pelaku.

Di saat yang sama, Saepullah sedang terlilit masalah finansial.

Rasa sakit hati akibat ditolak bersatu dengan desakan ekonomi yang menumpuk.

Pelaku lantas melihat sepeda motor Honda PCX milik korban sebagai jalan keluar dari masalah keuangannya.

"Dari situlah, karena desakan ekonomi, pelaku memiliki niat untuk menguasai sepeda motor tersebut," tutur Breggy.

Niat merampas kendaraan itu rupanya bukan timbul secara mendadak.

Sesaat sebelum menemui korban, Saepullah sempat berbincang dengan seorang temannya.

Dalam percakapan itu, sang teman menanyakan cara Saepullah merebut motor Kunaefi.

Tanpa ragu, Saepullah melontarkan rencana gelapnya.

"Saat ditanya, katanya 'Enggak tahu, mungkin membunuh orang,' begitu salah satu kalimat yang diucapkan oleh pelaku," ungkap Breggy.

Setelah mengeksekusi rencana pembunuhan dan memutilasi jasad korban, Saepullah membawa kabur sepeda motor PCX tersebut.

Kendaraan itu langsung dijual ke daerah Pandeglang, Banten, untuk mendapatkan uang tunai.

Sementara itu, jasad Kunaefi yang sudah dipotong-potong dimasukkan ke dalam karung.

Pelaku membuangnya ke area semak-semak di Jalan Raya Kav, Pancoran Mas, Depok.

Lokasi tersebut merupakan lahan kosong yang berjarak sekitar 400 meter dari jalan utama.

Baca juga: Disebut Terlibat di Kasus Mutilasi Depok, Terbongkar Hubungan Spesial Jeje dengan Tersangka Saepul

Kronologi Penemuan Jasad Korban

Keberadaan karung berisi jasad korban sebenarnya sudah diketahui warga sejak 24 Juli 2026.

Namun, tidak ada satu pun warga yang curiga. Karung tersebut dibiarkan begitu saja karena lokasi pembuangan memang kerap dijadikan tempat sampah umum.

Seorang warga setempat bernama Baldu (66) menceritakan situasi awal penemuan.

"Awalnya ada karung itu dari tanggal 24. Dikira sampah biasa, makanya warga sini didiamkan saja," beber Baldu.

Keterangan serupa disampaikan warga lain bernama Mawar. Ia tidak mengira benda di dalam karung adalah jasad manusia.

"Tapi kita anggap karena enggak tahu, anggap sampah biasa saja," kata Mawar.

Teka-teki isi karung baru terkuak pada Selasa (4/8/2026). Saat itu, seorang anak warga membakar tumpukan sampah di lokasi tersebut, termasuk karung milik pelaku.

"Tadi dibakar sama anaknya Pak Tutu. Pas karungnya terbakar dan meleleh, baru kelihatan ada bagian tubuh atau badan di dalamnya," jelas Baldu.

Warga yang kaget langsung melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian. Saat diperiksa, jasad korban berada dalam kondisi rusak berat dan kehilangan kedua kakinya.

Hingga saat ini, tim penyidik masih menyisir lokasi untuk menemukan potongan tubuh bagian bawah milik korban.

Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanudin, mengonfirmasi pencarian masih berjalan pada Jumat (7/8/2026).

Proses pencarian potongan kaki korban menghadapi beberapa rintangan di lapangan. Penyidik masih mengonfirmasi titik pasti tempat pelaku melempar potongan tubuh tersebut.

Faktor alam juga menjadi kendala utama penyisiran.

"Karena ada beberapa kendala di lapangan, pertama masalah kepastian pelaku membuangnya di mana, kemudian ada aliran air yang cukup deras sehingga bisa membawa potongan itu terbawa arus. Karena itu kami harus menelusuri aliran sungai," jelas Iman.

Polda Metro Jaya menerjunkan tim K9 atau anjing pelacak untuk membantu penelusuran. Fisik dan durasi kerja personel di lapangan diatur agar proses pencarian tetap berjalan maksimal.

"Kemudian terkait dengan durasi, tentunya dari tim K9 maupun tim kami juga harus diatur agar kami tetap bisa bertahan sampai menemukan potongan tubuh yang masih belum ditemukan tersebut," tambah Iman.

Atas tindakan keji tersebut, Saepullah kini mendekam di tahanan. Penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 459 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan/atau Pasal 458 KUHP tentang Pembunuhan Biasa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.