TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, pada Sabtu (8/8/2026) menyisakan cerita menarik bagi masyarakat Desa Tarempa Selatan.
Pemadaman tersebut dilakukan PLN secara bergilir mulai pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 23.59 WIB.
Kondisi ini membuat sejumlah aktivitas masyarakat terganggu karena pasokan listrik harus dihentikan sementara.
Pemadaman bergilir dilakukan sebagai bagian dari proses perbaikan dan pemeliharaan mesin pembangkit listrik.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan mesin sekaligus memastikan sistem kelistrikan dapat kembali beroperasi dengan baik.
Namun, di tengah kondisi tersebut, ada pengalaman berbeda yang dirasakan Arpandi, warga Desa Tarempa Selatan.
Saat jadwal pemadaman akan diterapkan, salah satu kerabatnya tengah melangsungkan acara lamaran atau pertunangan.
Untuk wilayah Rintis, Desa Tarempa Selatan, jadwal pemadaman ditetapkan pada pukul 21.00 WIB.
Waktu tersebut bertepatan dengan berlangsungnya acara lamaran yang digelar keluarga Arpandi.
Arpandi yang mengetahui jadwal pemadaman tersebut kemudian berinisiatif meminta bantuan PLN Anambas.
Permintaan itu disampaikannya melalui grup WhatsApp yang menjadi sarana komunikasi antara masyarakat dan pihak PLN.
Dalam pesannya, Arpandi menjelaskan bahwa di wilayah Rintis sedang berlangsung acara lamaran calon pengantin.
Ia berharap petugas PLN dapat membantu dengan menunda pemadaman hingga acara selesai.
"Di Rintis, Tarempa Selatan sedang ada kegiatan lamaran calon pengantin, semoga Tim PLN Tarempa bise bantu untuk listrik tetap hidup minimal sampai jam 22.30 WIB cukuplah," tulis Arpandi.
Permohonan tersebut kemudian mendapat respons positif dari petugas PLN.
Pemadaman yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada pukul 21.00 WIB di wilayah tersebut akhirnya ditunda untuk sementara.
Dengan adanya penundaan tersebut, listrik tetap menyala selama acara lamaran berlangsung.
Keluarga dan tamu yang hadir pun dapat mengikuti rangkaian acara tanpa harus terganggu oleh kondisi gelap akibat pemadaman.
Bagi Arpandi dan keluarga, bantuan tersebut sangat berarti.
Pasalnya, acara lamaran merupakan momen penting bagi keluarga yang diharapkan dapat berlangsung dengan khidmat dan lancar.
Setelah acara selesai sekitar pukul 22.30 WIB, Arpandi menyampaikan apresiasinya kepada petugas PLN yang telah merespons permintaan tersebut.
Ia menilai bantuan itu menunjukkan adanya kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
"Alhamdulillah proses lamaran ananda berjalan tertib, aman dan lancar. Kami atas nama keluarga mengucapkan ribuan terima kasih atas bantuan dan dukungan Tim PLN Tarempa sehingga acara lamaran ini bisa berjalan baik, aman dan lancar," ujar Arpandi.
Ia juga mendoakan agar para petugas PLN yang telah membantu keluarganya selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas.
"Semoga Tim PLN Tarempa sehat dan sukses serta selalu dalam lindungan," lanjutnya.
Kisah tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana komunikasi antara masyarakat dan petugas dapat membantu mencari solusi di tengah kondisi pemadaman listrik bergilir.
Di sisi lain, masyarakat tetap diharapkan memahami bahwa pemadaman dilakukan untuk mendukung proses perbaikan dan pemeliharaan mesin pembangkit.
Bagi keluarga Arpandi, penundaan pemadaman selama beberapa waktu itu membuat momen lamaran dapat berlangsung dengan tenang hingga selesai.
Sederhana, tetapi bantuan tersebut menjadi pengalaman yang berkesan bagi keluarga yang tengah merayakan salah satu momen penting dalam kehidupan mereka.
(TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)