Pasien Ambeien Koma Setelah Menjalani Operasi, Keluarga Laporkan RS Awal Bros ke Polisi
Mairi Nandarson August 09, 2026 02:26 PM

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Seorang pasien yang menjalani operasi ambeien di Rumah Sakit Awal Bros Batam Center, Dewi Sartika Sitinjak (24), kini masih terbaring kritis di ruang ICU.

Dewi disebut mengalami kondisi tidak sadarkan diri selama 10 hari setelah menjalani operasi pada Selasa (28/7/2026) malam.

Keluarga Dewi kemudian melaporkan pihak Rumah Sakit Awal Bros Batam ke Polresta Barelang atas dugaan malapraktik, Sabtu (8/8/2026) malam.

Laporan tersebut dibuat setelah keluarga mempertanyakan penanganan medis yang diterima Dewi setelah operasi hingga akhirnya mengalami kondisi kritis dan harus mendapatkan alat bantu pernapasan.

Kuasa hukum keluarga Dewi, Jendris Sihombing, mengatakan pihak keluarga merasa ada kejanggalan dalam penanganan medis terhadap Dewi.

"Kondisinya sudah sangat kritis. Setelah mendapatkan penanganan lanjutan pascaoperasi di Awal Bros, keluarga tidak terima dengan penanganan medis yang dilakukan pihak rumah sakit," kataJendris usai menjalani pemeriksaan di Polresta Barelang, Sabtu malam.

Jendris menjelaskan, sebelum menjalani operasi, Dewi telah berkonsultasi dengan pihak rumah sakit sekitar satu minggu sebelumnya.

Operasi ambeien kemudian dilakukan pada Selasa malam.

Menurut keterangan keluarga, kondisi Dewi masih terlihat sehat sekitar dua jam setelah operasi. Bahkan, Dewi masih sempat berkomunikasi dengan keluarganya melalui panggilan video WhatsApp dari ruang rawat inap.

Namun, kondisi tersebut berubah setelah Dewi disebut mendapatkan tiga suntikan yang menurut keluarga disampaikan sebagai obat untuk meredakan nyeri dan pendarahan.

"Dua jam setelah operasi, pihak rumah sakit memberikan pasien tiga dosis suntikan. Dua dosis disuntik melalui tangan, dan satu dosis dicampurkan ke dalam botol infus," kata Jendris.

Berdasarkan keterangan pendamping pasien kepada keluarga, reaksi berbeda mulai terlihat ketika suntikan pertama diberikan.

Dewi disebut langsung mengeluhkan sesak dan rasa nyeri meski suntikan pertama belum seluruhnya diberikan.

Namun, keluhan tersebut disebut tidak mendapat respons sebagaimana yang diharapkan keluarga.

Saat suntikan kedua diberikan, kondisi Dewi disebut semakin buruk. Ia kembali mengeluhkan sakit dan sesak hingga mencengkeram tangan pendamping pasien.

"Setelah suntikan ketiga dimasukkan ke botol infus, perawat kemudian meninggalkan pasien," kata Jendris.

Jendris mengatakan sekitar 30 menit kemudian, atau sekitar pukul 00.00 WIB pada Rabu (29/7/2026) dini hari, Dewi disebut tiba-tiba mengalami kejang hebat dan kemudian tidak bernapas dan kehilangan kesadaran.

Pendamping pasien yang panik langsung memanggil petugas medis melalui interkom, saat it perawat dan dokter jaga kemudian datang untuk memberikan pertolongan.

Menurut keluarga, upaya pertolongan dilakukan dengan memberikan pompa jantung secara manual selama sekitar 55 menit sebelum Dewi akhirnya dipindahkan ke ruang ICU.

Sehari setelah berada di ICU, keluarga kemudian mendapat informasi mengenai hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan adanya gangguan pada sejumlah organ tubuh Dewi.

Gangguan tersebut disebut meliputi organ jantung, hati hingga ginjal.

Keluarga juga menyebut Dewi sebelumnya tidak memiliki riwayat alergi terhadap obat tertentu. Persoalan ini kemudian dibahas dalam mediasi antara keluarga dan pihak rumah sakit pada Kamis (30/7/2026).

Namun, keluarga mengaku belum mendapatkan penjelasan yang dianggap memuaskan terkait penyebab kondisi Dewi.

Menurut Jendris, pihak rumah sakit sempat menjelaskan kemungkinan adanya alergi obat.

Penjelasan tersebut justru membuat keluarga mempertanyakan obat apa yang diberikan kepada Dewi hingga menyebabkan kondisinya memburuk.

"Karena alasan mereka seperti itu, keluarga mempertanyakan apa jenis obat yang mereka suntikkan ke Dewi hingga kini sudah 10 hari dalam kondisi koma."

"Sebelum dan setelah operasi, Dewi masih dalam kondisi sehat. Namun tidak ada jawaban yang diberikan kepada keluarga," kata Jendris.

Karena belum mendapatkan jawaban yang dianggap jelas, keluarga akhirnya memilih menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke Polresta Barelang.

Laporan tersebut dibuat untuk meminta kepolisian mengusut dugaan adanya kelalaian dalam penanganan medis yang dialami Dewi.

Sementara itu, Humas Rumah Sakit Awal Bros Botania, Wanda, yang dikonfirmasi TribunBatam terkait laporan tersebut belum memberikan tanggapan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.