Iran Peringatkan Arab Saudi, Pakta Turki-Pakistan Tak Menjamin Keamanan, Riyadh Diminta Waspada
Aura Dewi Arafuru August 09, 2026 06:12 PM

Iran memperingatkan Arab Saudi bahwa pakta pertahanan baru dengan Turki dan Pakistan tidak otomatis menjamin keamanan Riyadh.

Peringatan itu disampaikan anggota parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, usai ketiga negara menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah.

Rezaei menyebut kesepakatan tersebut hanya berupa perjanjian di atas kertas dan tidak akan memberikan keamanan bagi Arab Saudi.

Ia juga mengkritik ketergantungan Riyadh selama bertahun-tahun kepada Amerika Serikat dalam urusan pertahanan.

Menurut Rezaei, Arab Saudi seharusnya memperbaiki kebijakannya agar tidak terus bergantung pada negara lain untuk mendapatkan jaminan keamanan.

Pakta tersebut ditandatangani oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Isinya menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari tiga negara akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menegaskan pakta itu tidak ditujukan kepada Iran maupun negara tertentu lainnya.

Fidan bahkan menyebut mekanisme pertahanannya secara teknis mirip dengan klausul pertahanan kolektif Pasal 5 NATO.

Namun, bentuk bantuan tetap bergantung pada kondisi dan permintaan negara yang diserang.

Dukungan tersebut dapat berupa intelijen, logistik, amunisi hingga pengerahan pasukan militer.

Ketiga negara juga akan memperkuat latihan bersama, berbagi intelijen, serta meningkatkan kerja sama industri pertahanan.

Meski Ankara menegaskan pakta tersebut bukan ancaman terhadap Iran, sejumlah pejabat Teheran tetap mempertanyakan efektivitasnya.

Anggota parlemen Iran lainnya, Mahmoud Nabavian, juga memperingatkan bahwa kerja sama dengan Turki dan Pakistan tidak menjamin keamanan Arab Saudi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyerukan negara-negara kawasan untuk saling mengandalkan dan membangun apa yang disebutnya sebagai persaudaraan sejati.

Di tengah ketegangan regional, pernyataan Iran ini menunjukkan bahwa pakta baru tersebut telah menjadi perhatian serius bagi Teheran.

Kini, efektivitas pakta itu akan diuji jika salah satu negara anggotanya benar-benar menghadapi ancaman militer.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.