TRIBUNKALTARA, TANJUNG SELOR – Menyusul hasil pemeriksaan awal insiden terbakarnya speedboat SB Sekatak AAA Kaltara di perairan Desa Salimbatu pada Kamis (6/8/2026) lalu, Pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor langsung merumuskan langkah evaluasi ketat.
Skema evaluasi speedboat SB Sekatak AAA Kaltara ini juga telah dikoordinasikan bersama pihak KSOP wilayah Tarakan.
Fokus utama evaluasi ditujukan pada tata letak dan pengamanan generator (genset) di dalam armada speedboat guna mencegah insiden serupa terulang kembali di masa depan.
Kepala KSOP Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, Ujang Sunardi mengungkapkan, salah satu poin rekomendasi teknis yang akan diterapkan adalah kewajiban pemasangan bahan pelindung tahan api pada bagian dudukan generator.
Baca juga: Fakta Baru Speedboat Terbakar di Salimbatu Bulungan, Dugaan Pemicu, hingga Kondisi Armada
"Nanti kami merekomendasikan dipasang plat supaya tidak terjadi sentuhan langsung dengan bodi kapal ketika terjadi peristiwa serupa," ujar Ujang Sunardi.
Ia menjelaskan, pelindung tersebut rencananya akan menggunakan material khusus yang tahan terhadap suhu tinggi maupun percikan api seperti asbes.
"Plat itu nanti dibuat dari asbes yang tahan api, agar jika ada percikan dari generator berbahan bakar bensin, tidak langsung jatuh atau mengenai bodi kapal," terangnya.
Tidak hanya rekomendasi teknis material, KSOP Pelabuhan Kayan II juga telah membangun komunikasi dan koordinasi intensif dengan KSOP wilayah Tarakan.
Ujang menyebutkan, bahwa langkah ini diambil untuk menyelaraskan standar keamanan penempatan mesin generator pada seluruh armada speedboat reguler yang beroperasi di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).
"Skema evaluasi agar tidak terjadi hal serupa, kami juga sudah berkoordinasi dengan kawan-kawan KSOP Tarakan, supaya penempatan generatornya ke depan tidak dipasang menempel langsung ke bodi kapal," sebutnya.
Baca juga: Terkuak Pemicu Speedboat SB Sekatak AAA Terbakar di Bulungan, KSOP Ungkap Asal Percikan Api
Sebagaimana diketahui, dari pemeriksaan awal terhadap nahkoda dan kru kapal pascakebakaran speedboat SB. Sekatak AAA Kaltara yang terjadi di perairan Desa Salimbatu tersebut, sumber api diduga kuat berasal dari percikan korsleting listrik yang menyambar generator berbahan bakar bensin.
Posisi generator yang menyatu langsung dengan bodi armada membuat api dengan cepat merambat, meskipun di dalam kapal sebenarnya sudah tersedia empat unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun langkah nahkoda yang lansung membawa kapal menepi diakui tepat karena berhasil menyelamatkan seluruh penumpang.
"Posisi generator atau genset ini menyatu dengan bodi kapal, sehingga langsung menjalar dengan mudah apinya. Disini inisiatif Nahkoda untuk membawa kapal menepi kami apresiasi," pungkasnya.
Hasil evaluasi dan berkas pemeriksaan awal ini nantinya akan diserahkan ke Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) untuk selanjutnya disidangkan oleh Mahkamah Pelayaran guna memutuskan ada tidaknya unsur kelalaian.
(*)
Penulis : Desi Kartika Ayu