- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim Rusia telah menerima tambahan rudal balistik dari Korea Utara di tengah perang Rusia-Ukraina yang memasuki hari ke-1.630 pada Selasa (11/8/2026).
Zelenskyy juga mengatakan Moskow tengah bersiap mengerahkan kontingen tambahan pasukan Korea Utara ke wilayah Rusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Zelenskyy dalam pidato malamnya pada Senin (10/8/2026). Menurutnya, dukungan militer Korea Utara menunjukkan semakin eratnya kerja sama kedua negara.
Zelenskyy menilai kerja sama tersebut tidak hanya berdampak terhadap Ukraina, tetapi juga berpotensi meningkatkan tantangan keamanan bagi sejumlah negara di kawasan Asia.
Ia menyebut pengalaman yang diperoleh pasukan dan industri pertahanan Korea Utara selama perang di Ukraina berpotensi digunakan untuk meningkatkan kemampuan militer negara tersebut.
Zelenskyy kemudian menyerukan kerja sama lebih erat dengan negara-negara mitra, khususnya dalam memperkuat sistem pertahanan udara Ukraina.
Menurutnya, dukungan tersebut diperlukan untuk mengurangi kemampuan Rusia dan Korea Utara dalam menggunakan perang di Ukraina sebagai sarana untuk menguji serta mengembangkan kemampuan tempur.
Baca juga: Pentagon Rilis 41 Dokumen & Video UFO hingga Pengakuan Eks Pilot Militer AS Lihat Segitiga Raksasa
Rusia Disebut Bersiap Menerima Ribuan Pasukan Korea Utara
Klaim terbaru Zelenskyy melanjutkan pernyataannya pada 25 Juli 2026. Saat itu, ia menyebut Rusia tengah bersiap menerima tambahan sekitar 30.000 pasukan Korea Utara serta peluncur rudal balistik baru.
Reuters pada 6 Agustus juga melaporkan berdasarkan keterangan seorang pejabat intelijen Ukraina bahwa unit rudal Korea Utara disebut mulai ditempatkan di Oblast Voronezh, Rusia.
Menurut laporan tersebut, unit itu kemungkinan dilengkapi hingga enam peluncur dan sekitar 120 rudal balistik.
Ukraina juga menyebut Rusia telah menerima sekitar 40 roket dari Korea Utara.
Namun, rincian mengenai jumlah pasukan, rudal, dan peluncur yang telah diterima Rusia tersebut berasal dari penilaian serta pernyataan pihak Ukraina dan belum seluruhnya dapat diverifikasi secara independen.
Keterlibatan Korea Utara dalam mendukung Rusia menjadi perhatian sejumlah negara karena dinilai berpotensi memperluas kerja sama militer kedua negara.
Zelenskyy memperingatkan semakin banyak persenjataan Korea Utara digunakan dalam perang di Ukraina, semakin besar peluang Pyongyang memperoleh pengalaman dan meningkatkan kemampuan militernya.
Bagi Ukraina, kondisi tersebut menjadi alasan tambahan untuk meminta dukungan pertahanan udara dari negara-negara mitra guna menghadapi peningkatan ancaman rudal dan kemungkinan pengerahan pasukan Korea Utara.
MiG-29 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur di Odessa
Selain perkembangan mengenai dukungan Korea Utara kepada Rusia, sebuah jet tempur MiG-29 milik Angkatan Udara Ukraina dilaporkan hilang saat menjalankan misi tempur di wilayah Odessa pada malam 10 Agustus 2026.
Pilot pesawat berhasil melontarkan diri sebelum jet tempur tersebut jatuh dan kemudian dievakuasi ke fasilitas medis.
Angkatan Udara Ukraina menyebut insiden terjadi ketika pilot sedang melakukan peluncuran rudal untuk menyerang target udara Rusia.
Berdasarkan informasi awal, pesawat kemudian mengalami kebakaran dan pilot kehilangan kendali atas jet tempur tersebut.
Pilot sempat berupaya menyelamatkan pesawat sebelum akhirnya melontarkan diri. Setelah berhasil keluar dari pesawat, ia segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Angkatan Udara Ukraina belum mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Investigasi masih dilakukan untuk mengetahui penyebab pesawat mengalami masalah selama misi.
Hingga laporan ini disusun, kondisi terbaru pilot belum dijelaskan secara rinci oleh pihak Ukraina. (*)