Waspada Kekeringan! BMKG Sebut 12 Wilayah NTT Alami Hari tanpa Hujan Lebih dari 60 Hari
Adiana Ahmad August 11, 2026 12:45 PM

POS-KUPANG.COM - Sebuah peringatan datang dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ).

Dalam peringatan dini terbarunya, BMKG menyebut ada 12 Wilayah di NTT berpotensi mengalami Hari Tanpa Huja ( HTH ) lebih dari 60 Hari.

Wilayah itu meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Sumba Timur, dan Sabu Raijua.

Kondisi ini rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ). 

BMKG mengimbau masyarakat yang mendiami 12 Wilayah NTT tersebut agar waspada terhadap kekeringan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG NTT Selasa 11 Agustus 2026: Kupang Cerah Berawan, Bajawa Berawan

“Disampaikan wilayah kepulauan dan pulau-pulau kecil memiliki kerentanan yang relatif lebih tinggi terhadap kekeringan. Kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan sumber air dan kapasitas penyimpanan air yang tersedia di sejumlah wilayah,” ucap Kepala Stasiun Klimatologi kelas 1 NTT, Rahmatulloh Adji Ketika berbincang di RRI Kupang, Kamis, 6 Agustus 2026.

Meski demikian, Adji menegaskan kondisi pulau-pulau kecil tidak serta-merta berarti mengalami kekeringan yang lebih parah dibandingkan wilayah seperti Timor atau Flores. Tingkat risiko kekeringan tetap harus dilihat berdasarkan kondisi masing-masing wilayah.

“Kondisi yang perlu menjadi perhatian adalah ketika curah hujan rendah, periode Hari Tanpa Hujan berlangsung panjang, dan sumber air yang tersedia terbatas. Kombinasi ketiga kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah kepulauan lebih cepat merasakan dampak kekeringan,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat di wilayah seperti Semau, Rote, Sabu, dan pulau-pulau kecil lainnya untuk memastikan ketersediaan cadangan air. Langkah antisipasi perlu dilakukan sebelum kondisi kering semakin parah dan sumber air yang tersedia benar-benar habis.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG NTT Selasa 11 Agustus 2026: Kupang Cerah Berawan, Bajawa Berawan

Dalam menghadapi musim kemarau, Adji menegaskan bahwa ketersediaan air harus menjadi prioritas utama. Masyarakat diimbau tidak menunggu sumber air habis untuk mulai melakukan langkah penghematan dan penyimpanan air. (ANT/*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.