TRIBUNPEKANBARU.COM - EMP Bentu Limited meningkatkan kerja sama dengan Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) melalui Program Vokasi Pemuda untuk memperkuat kompetensi generasi muda dan meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja. Program yang berlangsung pada 11–29 Agustus 2026 tersebut diikuti tujuh peserta dengan target akhir sertifikasi kompetensi operator muda produksi.
Pembukaan program digelar di Kampus ITP2I, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Selasa (11/8/2026). Kegiatan bertema “Meningkatkan Kompetensi Pemuda, Membangun Masa Depan untuk Industri Migas yang Berkelanjutan” tersebut memadukan pembelajaran teori, praktik lapangan, dan asesmen sertifikasi.
Ketua Pelaksana Program Vokasi Pemuda, Nursyam Arrozi, mengatakan pelatihan diberikan oleh instruktur PT Kiat Global Batam Sukses (KGBS), sedangkan praktik lapangan dilaksanakan di area operasi EMP Bentu Limited.
“Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja,” ujar Nursyam.
Materi pelatihan mencakup etika profesi dan integritas, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) migas, penggunaan alat pelindung diri, persiapan pekerjaan operasi produksi, operasi sumur migas, proses separasi fluida reservoir, pengelolaan crude oil, gas dan produced water, serta operasi penampungan produksi. Setelah pembelajaran, peserta menjalani praktik atau magang lapangan dengan pendampingan instruktur KGBS dan supervisor EMP Bentu Limited.
Tahap akhir program diisi persiapan dan asesmen Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Migas. Peserta mengikuti ujian teori dan wawancara sebagai bagian dari proses sertifikasi kompetensi operator muda produksi.
Instruktur PT KGBS Syahril Kamil mengatakan pekerjaan di industri migas memiliki karakteristik yang spesifik sehingga membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan sesuai bidangnya. PT KGBS, kata dia, telah memberikan pelatihan kepada sekitar 1.000 tenaga kerja, termasuk pekerja migas lepas pantai di Kepulauan Riau, yang sebagian di antaranya bekerja hingga ke luar negeri.
“Pekerjaan di dunia migas sangat spesialis sehingga membutuhkan tenaga terampil,” ujar Syahril.
Rektor ITP2I Prof. Dr. T. Dahril mengatakan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha diperlukan untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pembangunan Indonesia menuju negara maju pada 2045 perlu ditopang generasi yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi sesuai bidang dan mampu memberikan nilai tambah.
“Pola pikir kita sekarang harus berubah. Tidak cukup hanya memiliki ijazah sarjana, tetapi harus memiliki kompetensi sesuai bidangnya dan mampu memberikan sesuatu yang menjadi nilai tambah. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, sehingga harus diikuti dengan sumber daya manusia yang mampu mengelolanya,” ujar T Dahril.
T Dahril menambahkan, pendidikan memberikan dasar pengetahuan, sementara pengalaman diperoleh melalui praktik langsung. Karena itu, keterlibatan dunia usaha dalam memberikan pengalaman kerja menjadi penting agar peserta dapat menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di lembaga pendidikan dengan kebutuhan pekerjaan. “Ilmu bisa dipelajari, tapi pengalaman harus didapat sendiri,” katanya.
External & Internal Relation Coordinator EMP Bentu Limited, Manshur Dwi Bekti, mengatakan kerja sama dengan ITP2I telah berlangsung cukup lama untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia di Pelalawan. Jika sebelumnya melalui program magang, kini kerja sama dikembangkan menjadi program vokasi agar peserta memperoleh pembekalan kompetensi yang lebih terarah.
“Kami ingin memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain program magang kerja , sekarang kami laksanakan program vokasi,” ujar Manshur.
Manshur berharap peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan tekun untuk mendapatkan hasil terbaik. Menurutnya, sertifikasi tidak otomatis menjamin peserta diterima bekerja di EMP Bentu, tetapi kompetensi yang diperoleh dapat menjadi nilai tambah saat memasuki pasar kerja di Pelalawan yang membutuhkan tenaga terampil.
“Bukan hanya sekadar mendapatkan sertifikasi, tetapi sertifikasi dengan nilai tertinggi. Memang tidak otomatis peserta vokasi ini akan langsung diterima di EMP Bentu, tetapi kalian memiliki nilai lebih dibanding yang lain. Cukup banyak perusahaan di Pelalawan yang membutuhkan tenaga terampil, seperti PT RAPP, Asian Agri, dan perusahaan lainnya,” ujar Manshur.
Program Vokasi Pemuda sendiri merupakan implementasi nota kesepahaman (MoU) antara ITP2I dan EMP Bentu Limited, melengkapi program beasiswa yang sebelumnya telah dijalankan kedua pihak.
Bagi para peserta, program ini membuka jalan yang konkret menuju dunia kerja. Anggi Rada Kurnia, alumni Teknik Industri ITP2I asal Kecamatan Bandar Sei Kijang, mengaku program tersebut memberinya tambahan pengetahuan sekaligus peluang memperoleh sertifikasi sebagai bekal menghadapi persaingan kerja. Sementara itu, Hikmah Laila Tulsyippa, alumni Teknik Kimia Universitas Riau asal Kecamatan Langgam, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari program yang ia nilai sebagai wadah belajar untuk bersaing di dunia kerja.(adv/rls)