Mahasiswa Baru Unej Diingatkan Jangan Diagnosis Mental Pakai AI, Ada Layanan Konseling Gratis
Ndaru Wijayanto August 11, 2026 08:32 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sri Wahyunik

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Universitas Jember (Unej) membekali mahasiswa baru dengan pemahaman mengenai kesehatan mental sebagai bagian dari materi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

Materi tersebut diberikan sebagai bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi masa transisi dari bangku sekolah menengah menuju perguruan tinggi.

Masa peralihan tersebut dapat menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari rasa rindu terhadap rumah, kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru, persoalan relasi sosial hingga tekanan akademik.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMP) Unej, Prof. Ermanto Fahamsyah mengatakan, kondisi psikologis menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar mahasiswa dapat menjalani proses pembelajaran secara optimal.

Perhatian terhadap kesehatan mental tersebut juga berkaitan dengan perubahan pola mahasiswa dalam mencari informasi.

Menurutnya, di tengah semakin mudahnya akses terhadap mesin pencari, media sosial, dan aplikasi berbasis AI, mahasiswa dapat menemukan berbagai informasi mengenai kesehatan mental hanya dalam hitungan detik.

Namun, kemudahan tersebut tidak selalu berarti informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk menentukan kondisi seseorang.

Sementara, Koordinator Pusat Layanan Konseling dan Difabel LPMP UNEJ, Dr. Ns. Emi Wuri Wuryaningsih mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan internet maupun AI sebagai pengganti tenaga profesional untuk menentukan diagnosis kesehatan mental.

Baca juga: Unej Sambut 9.857 Mahasiswa Baru, Selama PKKMB Maba Wajib Bawa Botol Minum

“Jangan pernah mengandalkan algoritma AI atau internet untuk mendiagnosis kondisi kesehatan mental sendiri," tegas Emi, Selasa (11/8/2026).

Secara tegas ia mengatakan, informasi digital bisa menambah wawasan, namun penanganan kesehatan jiwa wajib dikonsultasikan kepada tenaga profesional.

Menurutnya, teknologi dapat digunakan sebagai sarana memperoleh pengetahuan awal, tetapi mahasiswa tetap membutuhkan tenaga profesional ketika mengalami persoalan yang mengganggu keseharian maupun proses belajarnya.

Untuk itu, Unej menyediakan Pusat Layanan Konseling dan Difabel LPMP Unej yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperoleh pendampingan profesional.

Baca juga: Pemandangan Spektakuler 17.335 Maba UB Malang Angkat Buku Serentak saat Pembukaan PKKMB

Layanan tersebut tersedia secara gratis, baik melalui pertemuan tatap muka maupun daring, serta dirancang agar dapat diakses secara inklusif, termasuk oleh mahasiswa penyandang disabilitas.

“Meminta bantuan ketika menghadapi titik terberat bukanlah tanda kelemahan, melainkan keputusan yang sangat bijaksana,” tegas Emi.

Mahasiswa baru Unej, menjalani PKKMB mulai 8 - 15 Agustus 2026. Lebih dari 9 Ribu Mahasiswa Baru Unej mengikuti PKKMB tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.