BOLASPORT.COM - Direktur Utama Operator komeptisi (I.League), Ferry Paulus menjelaskan bahwa larangan suporter away telah dicabut mulai musim 2026/2027.
Dengan itu suporter bisa menghadiri pertandingan tandang, namun dengan batasan-batasan yang harus dipatuhi.
Larangan suporter away sebelumnya diterapkan setelah Tragedi Kanjuruhan pada 2022.
"Ya, ini merupakan perjalanan panjang yang terus kami jalankan, terutama dalam satu tahun terakhir. Kalau dikaitkan dengan suporter, bisa dibilang selama ini aktivitasnya sangat minim," kata Ferry Paulus kepada awak media termasuk BolaSport.com, di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
"Kami sudah menyampaikan proposal dan purpose kami kepada FIFA, kemudian FIFA memberikan restu dengan catatan suporter klub juga harus mematuhi segala hal yang sudah kami sampaikan kepada seluruh klub.
"Ada batasan-batasan yang harus dipatuhi dan larangan-larangan yang harus dijaga. Dengan demikian, keberadaan suporter away ini bisa terus berjalan," ujarnya.
Lebih lanjut Ferry Paulus menjelaskan akan ada sistem yang diterapkan untuk pembelian tiket.
Sistem ini disebut telah diuji coba oleh klub.
"Kemudian, yang tidak kalah penting, kami memperkenalkan satu sistem di seluruh liga dan sistem tersebut sudah diverifikasi oleh pihak kepolisian untuk diterapkan dalam sistem pembelian tiket melalui Soba Liga," ujar Ferry Paulus.
"Sistem tersebut sudah kami bagikan kepada klub dan sudah diuji coba. Sampai hari ini berjalan sangat baik karena beberapa infrastruktur juga sudah diperbaiki.
"Karena itu, kami percaya diri memberikan ruang kepada klub untuk mendapatkan benefit dan exposure. Yang tidak kalah penting, kehadiran suporter away juga akan memberikan daya saing dan tekanan bagi klub itu sendiri," ujarnya.
Ferry Paulus juga menjelaskan sejauh mana soal batasan suporter away yakni tergantung pada kebijakan pemangku kepentingan.
Ia mencontohkan beberapa pertandingan dengan rivalitas tinggi kemungkinan bisa adanya larangan suporter away.
"Catatan utamanya adalah seluruh kebijakan tetap diserahkan kepada pemangku kepentingan, dalam hal ini terkait perizinan dari kepolisian," kata Ferry Paulus.
"Memang digarisbawahi, khusus untuk klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi atau terdapat indikasi berdasarkan informasi intelijen, pertandingan tertentu dapat melarang kehadiran suporter away.
"Contohnya seperti Arema FC melawan Persebaya atau Persija melawan Persib. Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi seperti itu, suporter away bisa di-lock atau tidak diperbolehkan hadir.
"Bisa saja ada kebijakan lain yang melarang suporter away, tetapi indikator utamanya tetap berasal dari pihak kepolisian," katanya.