Truk Pengangkut Pupuk Terperosok di Jembatan Bailey Kutablang, Arus Lalu Lintas Sontak Ditutup
Saifullah August 11, 2026 08:37 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Arus lalu lintas di ruas jalan nasional kawasan Kutablang, Kabupaten Bireuen, sempat lumpuh setelah satu unit truk box Hino pengangkut pupuk terperosok di lantai Jembatan Bailey Krueng Tingkeum, Selasa (11/8/2026) sore.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, ketika truk bernomor polisi BE 8062 NUA melintas dari arah Banda Aceh menuju Medan.

Saat kendaraan berada di atas jembatan, salah satu ban belakang bagian kanan masuk ke bagian lantai jembatan yang mengalami kerusakan.

Plat besi yang menjadi bagian dari lantai jembatan tersebut kemudian patah.

Posisi truk yang terperosok membuat kendaraan lain tidak dapat melintas.

Sehingga petugas terpaksa menutup jembatan sementara untuk menghindari risiko kecelakaan dan kerusakan yang lebih parah.

Baca juga: Plat Besi Jembatan Bailey Kutablang Kerap Rusak, Pengendara Diminta Lebih Waspada

Informasi di lokasi menyebutkan, ketika kejadian berlangsung, arus kendaraan dari arah Banda Aceh menuju Medan sedang dibuka.

Sementara kendaraan dari arah sebaliknya, yakni Medan menuju Banda Aceh, dihentikan sementara karena ruas jembatan menerapkan sistem buka-tutup.

Kendaraan yang melintas saat itu terdiri atas berbagai jenis, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan roda empat.

Truk box berwarna hijau tersebut kemudian mengikuti arus kendaraan menuju Medan.

Namun, ketika berada sekitar 20 meter di atas jembatan, ban belakang sebelah kanan truk tiba-tiba terperosok ke bagian lantai jembatan.

Akibatnya, plat besi pada lantai jembatan ikut patah.

Truk tersebut diketahui membawa pupuk dari kawasan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, dengan tujuan Medan, Sumatera Utara.

Baca juga: Empat Keping Lantai Jembatan Bailey Kutablang Patah, Kendaraan Tertahan 6 Jam Lebih

Kendaraan dikemudikan Rosikin bersama seorang rekannya, Arif.

Belum diketahui secara pasti berat pupuk yang dibawa truk tersebut.

Petugas terkait masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan bobot muatan kendaraan.

Asisten Satuan Kerja PJN Jembatan Kutablang, Fachruddin membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurutnya, truk datang dari arah Banda Aceh menuju Medan sebelum mengalami masalah saat melintasi jembatan.

“Truk tersebut datang dari arah Banda Aceh ke arah Medan. Isinya pupuk dan terperosok di jembatan bailey,” kata Fachruddin.

Ia mengatakan, petugas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan, terutama untuk mengetahui berat muatan yang dibawa.

Setelah truk terperosok, alat berat langsung dikerahkan ke lokasi.

Petugas berupaya menarik kendaraan agar segera keluar dari bagian jembatan yang rusak sehingga jalur dapat kembali digunakan.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit.

Setelah berhasil ditarik keluar, truk kemudian diperiksa petugas terkait kondisi kendaraan dan muatannya.

Baca juga: VIDEO - Jembatan Bailey Kutablang Rusak, Arus Kendaraan Lumpuh Hingga 6 Jam

Selama proses evakuasi berlangsung, arus lalu lintas di sekitar jembatan mengalami kemacetan. Petugas dari Satlantas, Polsubsektor Kutablang, Koramil, serta unsur terkait lainnya, turun ke lokasi untuk mengatur kendaraan dan mencegah terjadinya penumpukan arus lalu lintas.

Fachruddin mengatakan, kondisi lantai Jembatan Bailey Krueng Tingkeum memang menjadi perhatian karena menggunakan konstruksi yang memiliki keterbatasan dalam menahan beban kendaraan berat.

Menurutnya, di atas jembatan tersebut telah dipasang sejumlah plat baja di sisi kanan dan kiri.

Namun, pada bagian tengah masih terdapat plat lama.

Diduga, posisi roda belakang truk saat melintas tidak berada tepat pada jalur plat baja yang telah dipasang.

Akibatnya, ban masuk ke bagian lantai yang tidak mampu menahan beban kendaraan sehingga plat mengalami patah.

Fachruddin mengingatkan para pengusaha angkutan barang agar memperhatikan batas tonase kendaraan ketika melintasi jembatan tersebut.

Ia menyebutkan, kendaraan dengan muatan berlebihan berpotensi membahayakan kondisi jembatan sekaligus pengguna jalan lainnya.

“Kondisi jembatan bailey dari plat beton sangat membahayakan. Kami sejak lama mengingatkan agar pengusaha truk membatasi tonasenya,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian tersebut tidak hanya berdampak terhadap kendaraan yang terperosok, tetapi juga masyarakat pengguna jalan.

Penutupan jembatan untuk proses evakuasi dan perbaikan menyebabkan perjalanan kendaraan dari kedua arah terganggu.

“Kalau sudah begini masyarakat yang rugi, arus lalu lintas terpaksa ditutup untuk memperbaiki lantai jembatan,” katanya.

Pihak terkait selanjutnya melakukan pengecekan terhadap bagian lantai jembatan yang mengalami kerusakan untuk menentukan langkah perbaikan.

Pengguna jalan diimbau mengikuti arahan petugas selama proses penanganan berlangsung.

Kejadian ini kembali menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan kendaraan bertonase berat yang melintas di jembatan sementara.

Khususnya pada jalur nasional yang menjadi salah satu akses utama penghubung Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.