Jurus Penghalau Monyet PBSI-nya India demi Kejuaraan Dunia 2026 yang Lebih Bermartabat
Ardhianto Wahyu August 12, 2026 07:33 AM

PBSI
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, dan Loh Ken Yew dari Singapura setelah bertanding pada semifinal India Open 2026 di Indira Sports Complex, Sabtu (17/1/2026).

BOLASPORT.COM - Asosiasi Bulu Tangkis India (BAI) berbenah agar tidak lagi menahan malu saat menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia 2026. Siasat pengendalian binatang di area venue pertandingan telah disiapkan.

Kejuaraan Dunia 2026 menjadi momen penebusan bagi BAI dan juga India di jagat olahraga setelah carut marut yang menimpa India Open 2026 pada Januari lalu.

Bagaimana tidak, dengan status India Open sebagai turnamen level tinggi di BWF World Tour, para pebulu tangkis top yang wajib bertanding mesti menghadapi hal-hal di luar nalar.

Polusi udara yang parah, arena yang terlalu dingin dan berdebu, kotoran burung yang jatuh ke lapangan, sampai monyet yang 'ikut menonton' adalah sebagian daftarnya.

Tunggal putra kenamaan Denmark, Anders Antonsen, sampai terang-terangan mengaku memilih membayar denda karena absen daripada mengikuti India Open.

"Apapun masalah yang muncul pekan ini, kami akan menyelesaikannya sebelum Kejuaraan Dunia," janji Sekretaris Jenderal BAI, Sanjay Mishra Mishra, dikutip dari Indian Express.

Kejuaraan Dunia 2026 akan berlangsung di venue yang sama dengan India Open 2026, yakni di Indira Gandhi Sports Complex di New Delhi.

Persiapan untuk Kejuaraan Dunia 2026 kini telah memasuki pekan-pekan terakhir.

Mengutip dari Reuters, salah satu perhatian panitia terarah ke upaya pengendalian binatang tanpa menyakitinya.

Soal kasus invasi monyet, spesies monyet rhesus yang meresahkan akan dihalau dengan tiruan langur alias lutung yang ditakutinya.

Cara ini pernah India ketika mengghelar hajatan diplomasi antarnegara G20 tiga tahun yang lalu dengan memasang potongan foto lutung di berbagai tempat.

Menggunakan cara lain yang berhasil sebelumnya itu, panitia juga menggunakan jasa peniru suara lutung agar lebih meyakinkan.

"Monyet-monyet itu sangat takut pada lutung," ujar Zafar yang juga pawang monyet generasi ketiga di keluarganya.

"Saya pernah bertugas di beberapa kantor pemerintahan; tujuannya bukan cuma mencelakai monyet-monyet itu, tetapi sekadar memastikan mereka tidak datang."

Sementara soal kotoran burung di lapangan, yang juga terjadi di turnamen-turnamen bulu tangkis level bawah di Negeri Bollywood, mereka punya siasat lain.

Panitia mengoleskan gel yang tidak mengandung racun ke bagian-bagian atap dan saluran udara stadion. Solusi ini biasanya dipakai untuk kabel sistem kereta.

Seperti yang telah dijelaskan, kesuksesan penyelenggaraan Kejuaraan Dunia 2026 akan menjadi kesempatan India untuk menghapus reputasi buruk sebagai tuan rumah ajang olahraga.

India kabarnya tengah mengincar posisi tuan rumah untuk Olimpiade 2036.

"Kami telah mengatasi berbagai kendala yang kami hadapi selama India Open," kata Sanjay Mishra lagi kali ini.

"Kementerian Olahraga telah melakukan banyak upaya untuk meningkatkan fasilitasnya dan BWF 100 persen puas dengan segala persiapannya."

Tentang fasilitas dari Indira Gandhi Sports Complex, panitia Kejuaraan Dunia sampai mengundang ahli pencahayaan dari Indonesia untuk memeriksa peralatan pendukungnya.

"Ada sedikit area berbayang selama India Open. Kami telah menyelesaikannya."

"Seorang ahli dari Indonesia akan memeriksa fasilitasnya tetapi BWF puas," ujar Direktur Otoritas Olahraga India (SAI), Ambar Pratap Singh, dikutip dari India Times.

Kejuaraan Dunia 2026 akan dihelat pada 17-23 Agustus mendatang. Sebanyak 11 wakil Indonesia akan berjuang di ajang mayor bulu tangkis perorangan ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.