Program SIGAP dan ASIK Dorong Budaya Berbagi di Lingkungan Pendidikan Majalengka
taufik ismail August 12, 2026 01:11 PM

Laporan Kontributor Adim Mubaroq 

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka menggandeng Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah IX Jawa Barat untuk memperluas gerakan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan pendidikan.

Kolaborasi itu dilakukan melalui sosialisasi program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) dan Aksi Sedekah dan Infak Karyawan (ASIK) kepada kepala SMA, SMK, dan SLB negeri se-Kabupaten Majalengka.

Kegiatan berlangsung di lingkungan KCD Wilayah IX Jawa Barat, Rabu (12/8/2026), dan dihadiri Plt Kepala KCD Wilayah IX Jawa Barat Irman Khaeruman bersama para kepala satuan pendidikan.

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka Agus Asri Sabana mengatakan, keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan berbagi sekaligus memperkuat kepedulian sosial di kalangan generasi muda.

“Melalui SIGAP dan ASIK, kita ingin membangun budaya bersedekah dan berinfak sejak dari lingkungan pendidikan. Anak-anak diajarkan untuk peduli, sementara guru dan tenaga kependidikan menjadi teladan dalam berbagi,” kata Agus.

Menurutnya, program SIGAP menyasar peserta didik dan telah berjalan lebih dari satu tahun.

Program ini diarahkan untuk mengenalkan dan membiasakan siswa melakukan infak serta sedekah.

"Pelaksanaannya dikembangkan melalui sinergi dengan sejumlah pihak, di antaranya Dinas Pendidikan, Kementerian Agama Kabupaten Majalengka, dan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT)," katanya.

Sementara itu, ASIK ditujukan bagi guru, tenaga kependidikan, serta pegawai di lingkungan satuan pendidikan.

Program tersebut diharapkan dapat mendorong para pendidik menjadi contoh nyata dalam membangun kebiasaan berbagi.

BAZNAS Majalengka juga membuka ruang bagi setiap sekolah untuk menyesuaikan pola penghimpunan ZIS dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Dengan demikian, pelaksanaan program dapat dikembangkan sesuai karakter satuan pendidikan.

Agus berharap sinergi dengan KCD Wilayah IX dan satuan pendidikan dapat memperluas jangkauan gerakan ZIS di Kabupaten Majalengka.

Menurutnya, sekolah memiliki peran lebih luas dalam pembentukan karakter.

Selain pembelajaran akademik, lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang untuk menanamkan kepedulian dan kebiasaan berbagi.

“Sekolah bukan hanya tempat untuk belajar secara akademik, tetapi juga menjadi tempat menanamkan nilai kepedulian dan kebiasaan berbagi,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Majalengka Serukan Pengabdian ASN & Ungkap Rp43,5 Miliar Disiapkan Untuk Bedah 1.715 Rutilahu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.