TikToker Cilik Angkasa Tewas Tenggelam di Cisadane, Ibu Curigai 7 Teman Tak Jujur: Hancur Hati Saya
Ani Susanti August 12, 2026 01:14 PM

TRIBUNJATIM.COM - Kematian TikToker cilik Neil Angkasa Satria Negara (13) yang tenggelam di Sungai Cisadane, Tangerang Selatan, pada 25 Juli 2026 masih menyisakan tanda tanya bagi keluarga.

Ibunda Angkasa, Dewi, mengaku menemukan sejumlah hal yang dinilai janggal sebelum dan setelah putranya ditemukan meninggal dunia.

Ia bahkan menduga ada upaya dari teman-teman Angkasa untuk menutupi kejadian sebenarnya.

Angkasa diketahui hanyut di Sungai Cisadane, tepatnya di bawah Perumahan Pesona Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, sekitar pukul 15.30 WIB.

Namun, Dewi baru mengetahui kabar tersebut sekitar pukul 19.00 WIB. Saat tiba di lokasi, pencarian Angkasa belum membuahkan hasil.

Baca juga: 2 Bocah di Kediri Ditemukan Meninggal di Sungai Konto, Diduga Tenggelam Saat Bermain

Tim gabungan BPBD dan Basarnas kemudian melakukan penyisiran hingga akhirnya jasad Angkasa ditemukan pada Senin (27/7/2026) pagi.

Dewi menilai keterlambatan informasi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dipertanyakan. Ia juga mengaku mendapat cerita dari salah satu teman Angkasa yang membuat kecurigaannya semakin kuat.

Berikut sejumlah kejanggalan yang diungkap Dewi:

Pakaian dan sandal Angkasa disebut disembunyikan

Dewi mengaku baru mengetahui adanya dugaan penyembunyian pakaian dan sandal Angkasa setelah mendesak salah satu teman korban untuk bercerita.

Menurut Dewi, saat kejadian, delapan anak yang bersama Angkasa justru bungkam ketika ditanya mengenai keberadaan putranya.

"Kalau saya tidak mencari, mungkin kasus ini ga akan pernah terungkap. Dia bersama teman-temannya berjumlah ttl 8 orang semuanya bungkam, kompak menjawab ga tau di mana anak saya, bahkan berusaha menghilangkan jejak dgn ngumpetin baju dan sandal korban di tempat yang jauh dari TKP. Kejadian jam 3.30 sore terungkap jam 7 malam yang akhirnya salah 1 teman korban buka suara karena terus didesak akhirnya ngaku dan bercerita," kata Dewi dalam akun TikTok-nya.

Kondisi tersebut membuat Dewi mempertanyakan tindakan teman-teman putranya ketika Angkasa mulai tenggelam.

"Bagaimana bisa teman-teman korban berpikir sejahat itu? bisa kalian bayangkan saat anak saya tenggelam, ditinggal begitu saja, tidak berusaha semaksimal mungkin mencari pertolongan dan malah menutupi? kalau bisa bayangin gimana hancurnya hati saya," ujarnya.

Percakapan dengan teman korban

Kecurigaan Dewi juga muncul setelah melihat percakapan melalui pesan singkat dengan salah satu teman Angkasa berinisial A.

Pada Sabtu sore, A sempat mengirim pesan kepada Angkasa untuk mengajaknya salat. Karena putranya belum pulang, Dewi kemudian menghubungi A untuk menanyakan keberadaan Angkasa.

Dalam percakapan itu, A mengaku tidak bertemu dengan Angkasa dan mengatakan dirinya sejak tadi berada di rumah temannya.

"Angkasa. Sholat ayo," kata A lewat chat ke Angkasa sekira pukul 17.21 Wib.

"A, ini mami Angkasa, si Angkasa belum pulang. Emang Angkasa enggak main sama kamu?" tanya Dewi.

"Engga aku dari tadi di rumah temen. Trus mw sholat," kata A.

"Dari tadi juga kita nyariin Angkasa," sambung A.

Belakangan, Dewi mengaku mengetahui bahwa keterangan tersebut tidak sesuai dengan rekaman CCTV yang ia peroleh.

Dalam rekaman tersebut, A terlihat bersama enam anak lainnya dan Angkasa sebelum rombongan tersebut menuju kawasan Sungai Cisadane.

Baca juga: Dramatisnya Detik-detik Penyelamatan Enam Awak KM Genius yang Tenggelam di Perairan Utara Bali

Rekaman CCTV memperlihatkan perubahan jumlah anak

Dewi juga menjadikan rekaman CCTV sebagai salah satu dasar untuk mempertanyakan keterangan teman-teman Angkasa.

Menurutnya, sekitar pukul 15.00 WIB, Angkasa dijemput oleh tujuh anak lainnya. Mereka kemudian terlihat berjalan bersama menuju Sungai Cisadane.

Sekitar pukul 17.00 WIB, rombongan tersebut terlihat kembali dengan jumlah tujuh anak. Angkasa tidak terlihat bersama mereka.

"Kalian bisa lihat di CCTV itu mereka pulang hanya bertujuh. Dan di situ ada percakapan si A ngomong 'masalahnya posisi dia itu di dalam air. Dia udah enggak bisa nafas'. Artinya anakku emang benar-benar tenggelam," ungkap Dewi.

Temuan tersebut membuat Dewi semakin mempertanyakan mengapa informasi mengenai kondisi Angkasa tidak segera disampaikan kepada keluarganya.

"Kamu yg tenang ya, mami akan cari keadilan buat kamu, buat mami, adek-adek kita semua sayang kamu. Mereka semua akan menerima balasan baik di dunia bahkan di akhirat, ga akan tenang mereka seumur hidup dikejar rasa bersalah terutama dalang dari semua ini," pungkas Dewi.

Baca juga: Meisya Siregar Trauma Anak Nyaris Tenggelam di Pantai, Bebi Romeo Merasa Gagal Jadi Ayah

4. Teman-teman Angkasa disebut bungkam setelah kejadian

Dewi mengatakan dirinya sempat berusaha mencari tahu keberadaan Angkasa dengan menanyakan langsung kepada teman-temannya pada sore itu.

Namun, menurut Dewi, tidak ada keterangan jelas yang diberikan. Ia baru memperoleh cerita mengenai kejadian tersebut setelah salah satu anak akhirnya memberikan penjelasan.

Dewi mengatakan belum dapat memastikan apakah Angkasa sengaja didorong atau tenggelam akibat berusaha menyelamatkan temannya.

Sebab, menurutnya, tidak ada rekaman CCTV yang memperlihatkan langsung kejadian di sungai.

"Aku enggak bisa dibilang dia (anakku) dijorokin dia tenggelam sendiri, karena memang enggak ada bukti di situ CCTV di kali. Kita cuma punya bukti saksi, terus temannya cerita si anak yang paling belakang itu si F katanya dia kepeleset udah hampir jatuh. Angkasa mau nolongin dia, badan Angkasa kan lebih kecil dari dia, si F berhasil selamat, gantian si anakku yang malah tenggelam," ungkap Dewi.

"Pas anakku tenggelam, si F berusaha nolongin Angkasa, udah sampai kesundul sama kepala dia. Tapi ternyata anakku udah pingsan, udah kehabisan napas udah berat, akhirnya tenggelam. Pertanyaanku kenapa enggak minta pertolongan? kan ada orang mancing, ada orang cari rumput. Kalau mereka mencari pertolongan saat itu juga, walaupun mungkin anakku udah pulang ke pangkuan Allah seenggaknya langsung ditemuin," sambungnya.

Selain itu, Dewi mengaku mendapat informasi bahwa sempat ada orang di sekitar sungai yang dimintai pertolongan.

Namun, ia masih meragukan keterangan tersebut.

"Mereka bilang katanya udah minta tolong sama yang mancing tapi pada diam aja. Aku sulit mempercayai itu, Malah katanya sesudah dia tenggelam, beberapa saat timbul kelihatan rambutnya, diikuti sama teman-temannya. Malah katanya mereka sepakat anak inisiatif salah satu temannya 'wey enggak usah ngomong sama mami gue takut', mereka mau nutupin," kata Dewi.

Atas berbagai hal tersebut, Dewi meminta agar kejadian yang menimpa putranya dapat diungkap secara terang.

Ia menilai masih ada sejumlah pertanyaan yang belum terjawab, terutama terkait apa yang dilakukan teman-teman Angkasa setelah korban tenggelam dan alasan keluarga baru mengetahui kejadian tersebut beberapa jam kemudian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.