60 Karya Seni dari Surabaya hingga Taiwan Dipamerkan di SUCH, Angkat Makna Perjuangan
Pipit Maulidya August 14, 2026 06:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Suasana berbeda mulai terasa di kawasan eks Hi-Tech Mall, Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya. Setelah direvitalisasi dan dikembangkan menjadi Surabaya Urban Creative Hub (SUCH), kawasan tersebut mulai dihidupkan dengan berbagai aktivitas kreatif.

Salah satunya melalui pameran seni rupa bertajuk “Spirit Juang dalam Warna”. Pameran yang digelar di Galeri Seni SUCH ini menjadi bagian dari Kolaborasi Seni Rupa Surabaya (Koseruya) sekaligus pameran seni pertama setelah kawasan eks Hi-Tech Mall direvitalisasi.

Puluhan karya memenuhi ruang pamer. Beragam lukisan dengan gaya dan karakter berbeda tampil berdampingan dengan karya instalasi yang mengajak pengunjung memaknai perjuangan dari sudut pandang yang lebih luas.

Sebanyak 60 karya seni ditampilkan dalam pameran yang berlangsung pada 11-31 Agustus 2026. Para seniman yang terlibat tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga sejumlah daerah di sekitarnya. Bahkan, seorang seniman asal Taiwan turut ambil bagian.

Pameran berlangsung setiap hari pukul 12.00-20.00 WIB di Galeri Surabaya Urban Creative Hub, THR, Jalan Kusuma Bangsa No. 114, Surabaya.

Dari total karya yang dipamerkan, tiga di antaranya berupa instalasi. Sementara karya lainnya merupakan seni lukis dengan beragam pendekatan visual.

Baca juga: APBD Surabaya 2027 Diproyeksikan Tembus Rp12,8 Triliun, Naik Rp100 Miliar dari 2026

Makna Perjuangan dalam Karya Seni

Salah satu panitia pameran, Ami Tri, mengatakan Spirit Juang dalam Warna menjadi bentuk partisipasi seniman untuk memperkuat ekosistem seni dan kebudayaan di Kota Surabaya.

Menurutnya, momentum Agustus dan peringatan hari kemerdekaan menjadi waktu yang tepat untuk mengangkat tema perjuangan.

Namun, perjuangan yang dimaksud tidak semata-mata berkaitan dengan perang atau perjuangan merebut kemerdekaan.

"Makna perjuangan tidak berhenti pada sejarah, tetapi senantiasa hadir dalam kehidupan dan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk ekspresi, termasuk seni rupa," kata Ami.

Karena itu, karya-karya yang dipamerkan tidak seluruhnya menampilkan gambaran perang kemerdekaan, para pejuang, ataupun simbol perjuangan secara harfiah.

Para seniman justru menerjemahkan makna perjuangan melalui pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Perjuangan menghadapi kesulitan, bertahan dalam tekanan, mengejar harapan, hingga melewati berbagai persoalan hidup dapat menjadi sumber inspirasi dalam berkarya.

"Setiap manusia memiliki makna perjuangan sendiri-sendiri dan melalui pameran ini, beberapa di antaranya ditampilkan," katanya.

Warna, bentuk, garis, hingga objek yang ditampilkan menjadi bahasa masing-masing seniman untuk menceritakan perjalanan tersebut.

Ada karya yang menggambarkan tokoh kemerdekaan seperti Bung Karno, hingga instalasi yang mengusung konsep patung besi.

"Setiap seniman memiliki gaya, karakter, dan pendekatan visual yang berbeda. Yang menyatukan adalah semangat perjuangan yang ingin disampaikan melalui karya," ujarnya.

Hidupkan Kembali Geliat Seni di Kawasan THR

Bagi Koseruya, pameran Spirit Juang dalam Warna juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali geliat kreatif di kawasan THR.

Kawasan tersebut memiliki nilai historis dan menjadi salah satu ruang ikonik dalam perjalanan Kota Surabaya.

Kehadiran SUCH diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya komunitas anak muda, tetapi juga berkembang sebagai ruang interaksi bagi seniman, pelaku budaya, masyarakat, dan pencinta seni.

Pameran Spirit Juang dalam Warna menjadi langkah awal untuk menghadirkan aktivitas seni secara lebih rutin di kawasan tersebut.

Ami berharap masyarakat tidak hanya datang untuk melihat karya, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap tumbuhnya ruang seni baru di Surabaya.

"Kami berterimakasih kepada Pemkot Surabaya yang memperbanyak ruang berkesenian. Sebab seniman di Surabaya membutuhkan ruang berkreasi," katanya.
Ia berharap pameran tersebut turut memperkuat citra Surabaya sebagai kota yang aktif mengembangkan seni dan kebudayaan.

"Harapannya tentu pameran ini bisa ikut mendukung citra Surabaya sebagai kota yang aktif mengembangkan seni dan kebudayaan," katanya.

Pemkot Surabaya Siapkan Galeri Seni di SUCH

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi secara langsung membuka pameran tersebut.

Herry mengatakan Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan dukungan untuk pengembangan aktivitas seni di Surabaya Urban Creative Hub.

Salah satunya melalui penyiapan Galeri Seni di SUCH. Kehadiran galeri tersebut diharapkan menjadi ruang yang lebih permanen bagi seniman untuk memamerkan karya sekaligus mempertemukan karya seni dengan masyarakat.

"Pemkot Surabaya menyiapkan dukungan berupa Galeri Seni di SUCH," kata Herry.
Dengan demikian, pameran Spirit Juang dalam Warna bukan sekadar menjadi pembuka aktivitas seni di gedung yang baru direvitalisasi.

Pameran ini sekaligus menandai hadirnya ruang baru bagi seniman untuk berekspresi dan berinteraksi dengan masyarakat.

"Pemkot Surabaya mendukung penuh para seniman untuk tumbuh melalui berbagai bentuk," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.