Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menilai pengembangan pariwisata Danau Toba perlu diperkuat dengan atraksi budaya berskala besar agar kawasan tersebut tidak hanya mengandalkan keindahan alam sebagai daya tarik wisata.
“Pariwisata Danau Toba tidak bisa hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga harus diperkuat dengan atraksi budaya berskala besar,” kata Lamhot dalam keterangannya pada Jumat.
Menurut Lamhot, kekayaan seni dan budaya Batak dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tarik kawasan Danau Toba sekaligus memberikan pengalaman yang lebih beragam bagi wisatawan.
Ia mengatakan pertunjukan budaya yang dikemas secara profesional dapat membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal sejarah, tradisi, dan nilai-nilai yang berkembang di tengah masyarakat Batak seperti pagelaran "Tona Sian Huta".
Pagelaran “Tona Sian Huta” menghadirkan Opera Batak “The Great Lake Toba”, konser musik etnik modern, serta pameran produk ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
Pertunjukan opera mengangkat sejumlah kisah yang berkaitan dengan perjalanan masyarakat Batak, mulai dari legenda asal-usul Danau Toba, perjuangan Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII, karya L.I. Nommensen, hingga dinamika masyarakat Batak modern.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang turut hadir mengapresiasi penyelenggaraan pagelaran tersebut karena dinilai mampu memadukan kearifan lokal dengan konsep pertunjukan modern.
Kegiatan yang diinisiasi Persatuan Artis Batak Indonesia (Parbi) bekerja sama dengan Relasi itu juga melibatkan puluhan pelaku UMKM dari kawasan Danau Toba.
Mereka memamerkan berbagai produk lokal, seperti ulos, kriya tradisional, dan kuliner khas daerah, sehingga kegiatan seni dan budaya turut memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk ekonomi kreatifnya.
Pagelaran tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), serta sejumlah kepala daerah di kawasan Danau Toba.
Penyelenggara berharap “Tona Sian Huta” dapat berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang mampu memperkuat ekosistem seni pertunjukan sekaligus mendukung pengembangan pariwisata Danau Toba.
Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk mempererat hubungan emosional masyarakat Batak di perantauan dengan tanah leluhur melalui seni dan budaya.





