TRIBUNWOW.COM - Militer Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan Washington telah menguasai Selat Hormuz melalui operasi blokade Angkatan Laut AS. Teheran menegaskan Selat Hormuz masih berada di bawah kendali dan pengawasan Iran.
Juru Bicara Komando Militer Pusat Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyebut klaim Washington bahwa kapal-kapal dapat melintasi Selat Hormuz secara bebas tanpa kendali Iran tidak sesuai dengan kondisi yang disebut terjadi di lapangan.
Menurut Zolfaghari, aktivitas pelayaran di jalur laut strategis tersebut masih diawasi oleh angkatan bersenjata Iran.
"Klaim palsu Amerika Serikat bahwa kapal-kapal melewati Selat Hormuz secara normal tidak lebih dari kebohongan dan rekayasa," kata Zolfaghari, dikutip dari Euronews.
Ia menegaskan, menurut Iran, kapal komersial maupun kapal tanker tidak dapat melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan dari aparat militer Iran.
"Selat Hormuz, seperti sebelumnya, berada di bawah pengelolaan dan kendali penuh Republik Islam Iran. Tidak ada kapal komersial atau kapal tanker yang dapat melintas dengan aman tanpa izin dan pengawasan angkatan bersenjata Iran," tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.
Menurut pemerintah Iran, sejak perang pecah pada 28 Februari, Teheran tetap menerapkan sistem perizinan bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Melalui kebijakan tersebut, kapal yang hendak melintas disebut wajib memperoleh persetujuan dari otoritas Iran. Iran juga menyebut kapal diwajibkan membayar biaya transit sebagai bagian dari mekanisme pengelolaan jalur pelayaran tersebut.
Iran menyatakan kebijakan itu diterapkan untuk menjaga keamanan Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur energi penting dunia dan dilintasi kapal pengangkut minyak serta gas dari kawasan Teluk menuju pasar internasional.
Sementara itu, bantahan Iran ditujukan kepada pernyataan Trump yang sebelumnya mengklaim Amerika Serikat kini memiliki "kendali penuh" atas Selat Hormuz.
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyatakan keberhasilan tersebut diperoleh melalui operasi blokade Angkatan Laut AS yang ia sebut sebagai "Wall of Steel" atau "Tembok Baja".
Menurut Trump, kehadiran armada laut Amerika Serikat telah membuat Iran tidak lagi mampu mengubah situasi keamanan di jalur pelayaran strategis tersebut.
Namun, klaim Trump mengenai kendali Selat Hormuz dalam konteks tersebut merujuk pada dominasi militer AS melalui pengerahan kapal perang dan operasi pengamanan jalur pelayaran, bukan penguasaan administratif atau status hukum internasional atas selat tersebut.(*)