TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang juru parkir bernama Erick Patar Sanjaya (46) warga Jalan Abdullah Lubis, Medan, menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang yang tergabung dalam komunitas pengemudi online.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIB tepat di depan Hotel Deli Indah, Jalan Abdullah Lubis, Medan.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami sejumlah luka memar di tubuh dan bagian kepalanya.
Kejadian pengeroyokan itu bermula ketika komunitas Grab Mobil Aspal Hitam Community menggelar acara kopi darat (kopdar) di Hotel Deli Indah. Sebagian anggota komunitas tersebut memarkirkan kendaraannya di bahu jalan.
Korban yang merupakan juru parkir resmi dengan badge dari Dinas Perhubungan, mendatangi para peserta kopdar untuk meminta uang parkir.
Baca juga: PVMBG Perluas Radius Zona Merah Jadi 3 KM, Tercatat 7 Aktivitas Vulkanik Sinabung 24 Jam Terakhir
"Memang biasanya kalau ada acara di Hotel Deli Indah aku memang ngutip uang parkir karena aku kan resmi ada badge dari Dinas Perhubungan, ya pulangnya ku kutiplah," ujar korban saat ditemui awak media, Minggu (16/8/2026).
Namun, saat dimintai uang parkir, salah seorang peserta kopdar mengatakan bahwa mereka semua adalah tamu hotel.
Meski demikian, lantaran para peserta kopdar parkir di bahu jalan, korban tetap bersikeras meminta uang parkir.
"Salah seorang dari mereka mengatakan bahwa mereka di kota Medan tidak pernah membayar parkir, lalu ku jawablah, 'Tolonglah bang, aku kerja, ada setoran parkir'. Lalu ada seorang dari mereka lagi yang saat itu berada di lokasi kejadian juga langsung mengarahkan, 'Kalau kami nggak mau bayar kenapa rupanya?'," ucap korban menirukan ucapan pelaku.
Korban kemudian dicekik oleh salah satu pelaku sambil mengancam akan memasukkan kepala korban ke dalam parit.
Baca juga: Pemicu Hari Damai Aceh Ricuh hingga Massa Kejar Aparat, Bermula Pemasangan Bendera Bintang Bulan
"Diperlakukan demikian, ya akupun panaslah lalu ku bilang 'Da jagoan kali kalian'. Langsunglah didorongnya badanku sambil ditolak hingga ke seberang jalan. Kemudian turun kawan-kawan mereka yang lain dari dalam hotel langsung memukuli aku beramai-ramai, hingga aku minta pertolongan warga sambil berlari masuk ke mess Telkom. Kira-kira kurang lebih ada 20 orang yang memukuli," jelas korban dengan suara bergetar.
Dari puluhan orang yang melakukan pengeroyokan, korban mengenali enam orang yang ikut memukul, mencekik, dan menendang bagian perutnya.
Korban menyebutkan beberapa pelaku yang dikenali di antaranya berinisial PR, warga Jalan Kutilang, Perumnas Mandala, WS warga Jalan Pelita 6, DT dan JC warga Tanjung Mulia, serta SH warga Jalan Almarhum, Tanjung Mulia.
Baca juga: Guru SD di Tapsel yang Cubiti Siswa Sampai 80 Kali karena Tak Bisa Hapalan Kini Dipolisikan
"Saya sudah membuat laporan ke Polsek Medan Baru dengan nomor STTLP/B/712/VII/2026/SPKT Polsek Medan Baru/Polrestabes Medan. Saya berharap para pelaku bisa ditangkap. Saya cuma tukang parkir, saya orang nggak punya, cuma itu cari makan saya," ucap korban dengan nada pilu.
Sementara itu, Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat melalui Kanit Reskrimnya, Iptu Fandi, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
"Lagi penyelidikan, saksi-saksi sudah kita periksa. Bila perlu nanti kita dudukan antara pelapor dan terlapor," tutup Iptu Fandi.
(Cr9/Tribun-medan.com)