Alasan Kepolisian Larang Mobil Komando di Thamrin saat Aksi Mahasiswa demi Kelancaran Lalu Lintas
Laksmi Anindita August 18, 2026 06:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Massa dari mahasiswa Universitas Indonesia mulai tiba di kawasan MH. Thamrin, Jakarta Pusat dan melakukan aksi unjuk rasa pada Selasa (18/8/2026) siang.

Dari pantauan Tribunnews.com, massa yang mayoritas mengenakan almamater kuning itu tiba sekira pukul 14.00 WIB.

Awalnya, massa yang berjumlah kurang dari lima orang tiba dengan menaiki mobil komando (mokom). Namun, mereka tiba-tiba dihalangi kepolisian.

Adapun maksud dari penghalangan ini karena polisi melarang massa menggunakan mobil komando melakukan aksi unjuk rasa tersebut, melainkan hanya boleh menggunakan pengeras suara atau toa.

Namun, massa aksi pun menolak permintaan tersebut dan sempat terjadi perdebatan dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung.

Baca juga: Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Indramayu, Bupati Lucky Hakim Hampir Dipeluk Wanita ODGJ

"Mobil komando putar balik, tidak boleh pakai mobil komando di sini. Kita hargai warga lain di sini," kata Reynold.

"Aturan dari mana? Kita nggak mau. Terus kita pakai apa kalau mobil komando dilarang," jawab mahasiswa.

Perdebatan itu sempat memanas di mana kedua kubu saling menaikkan nada suara ketika berdiskusi.

Karena tak menemukan jalan keluar, akhirnya mobil komando yang sempat putar arah kembali ke lokasi demo tepatnya di depan Plaza UOB, MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Tak lama kemudian, massa yang berjalan kaki pun mulai berdatangan ke lokasi sambil membawa atribut aksi seperti bendera hingga poster-poster.

Untuk informasi, Front Mahasiswa Nasional (FMN) Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah organisasi mahasiswa berencana menggelar aksi demonstrasi bertajuk 'Merebut Kemerdekaan' di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Ketua FMN UI Axel Wirasakti mengatakan aksi tersebut merupakan kelanjutan dari gerakan mahasiswa yang telah dilakukan sebelumnya pada Juni 2026.

"FMN UI bersama dengan gerakan Demokratis mahasiswa seperti BEM UI, PNJ, IPB akan menyelenggarakan aksi demonstrasi kembali, 18 Agustus 2026," kata Axel dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Selasa (18/8/2026).

Menurut Axel, mahasiswa masih membawa tuntutan yang sama, yakni mendesak pemerintah memenuhi sejumlah tuntutan yang dinilai berkaitan dengan kepentingan rakyat.

Salah satu tuntutan yang disuarakan yakni penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Provinsi Papua Rabu 19 Agustus 2026: 2 Wilayah Sudah Alami Hujan Ringan

"Kami masih dalam komitmen yang sama, mendesak tuntutan utama rakyat untuk dimenangkan, kami tetap menuntut untuk dihentikannya program MBG dan KDMP, mahasiswa butuh pendidikan gratis sampai jenjang kuliah," ujarnya.

Selain itu, FMN UI mendesak pemerintah segera menurunkan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai menjadi persoalan sehari-hari masyarakat.

Dalam isu demokratisasi, mahasiswa juga menuntut agar tindakan represif dihentikan serta meminta pemerintah menghentikan militerisme di ranah sipil.

Mereka juga menyuarakan tuntutan agar Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) dibubarkan.

"Di tambah soal demokratisasi, kami menuntut untuk dihentikannya represifitas, hentikan militerisme ranah sipil, serta bubarkan Yon TP," kata Axel.

Tak hanya itu, FMN UI juga mendesak Presiden Prabowo Subianto menarik kembali pernyataan-pernyataannya dalam pidato yang mereka nilai tidak sesuai dengan kondisi kehidupan masyarakat.

Axel menyebut massa aksi akan berangkat dari kampus UI Depok sebelum menuju lokasi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.