TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, Herman Suwandi, mengaku baru mengetahui perusahaan travel Bhinneka Sangkuriang masih melakukan pelanggaran dengan memarkirkan armadanya secara sembarangan di bahu jalan dan trotoar.
Hal tersebut diketahui setelah sebelumnya dilakukan penindakan berupa penyegelan terhadap shuttle atau loket Travel Bhinneka Sangkuriang di Jalan Raya Jatinangor, tepatnya di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Tidak jauh dari Kantor Kecamatan Jatinangor.
"Saya karek apal (saya baru tahu)," kata Herman saat dihubungi TribunJabar.id, Selasa (18/8/2026).
Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang menyegel shuttle atau loket Travel Bhinneka Sangkuriang pada Senin (20/7/2026).
Herman membantah anggapan bahwa pengawasan terhadap aktivitas shuttle travel di kawasan Jatinangor lemah.
Baca juga: Travel Bhinneka Jatinangor Masih Bandel, Kembali Parkir Berjejer Bikin Macet Padahal Sudah Disegel
Menurutnya, petugas Dishub selama ini tetap melakukan pengawasan terhadap aktivitas kendaraan milik perusahaan travel tersebut agar tidak memarkirkan armada di bahu jalan maupun menggunakan trotoar untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
"Pengawasan kita di lapangan sudah, ketika ada yang parkir harus langsung diusir. Urusan operasional kan sudah disegel oleh Satpol PP," katanya.
Herman juga telah menginstruksikan petugas untuk kembali memasang water barrier di sekitar area shuttle Travel Bhinneka Sangkuriang.
"Anggota sekarang juga sudah diperintahkan untuk memasang lagi water barrier supaya mobil travel tersebut tidak bisa parkir," ucapnya.
Saat ditanya mengenai upaya memberikan efek jera, termasuk penggembokan ban kendaraan yang kedapatan parkir sembarangan, Herman mengatakan Dishub Sumedang tidak memiliki gembok untuk melakukan tindakan tersebut.
"Gak ada gemboknya juga. Tidak punya gemboknya," ujarnya.
Pemerintah sudah menyegel shuttle perusahaan ini di Jatinangor. Tapi, di tempat yang sama, shuttle yang tidak disegel beroperasi tanpa hambatan apapun.
Operasional mobil travel apalagi di long weekend seperti sekarang ini malah makin mengganggu arus lalu lintas.
Berdasarkan foto yang diterima Tribun Jabar.id dari warga, Senin (18/7/2026), sejumlah armada HiAce milik perusahaan tersebut parkir di badan jalan dan di tikungan saat menunggu penumpang. Mereka parkir berjejer.
Ivan Rosdiana (45), warga yang kebetulan melintas di shuttle itu mengeluhkan mobil travel yang ukurannya tidak kecil berjejer parkir di jalan.
"Yang datang dari arah Unpad untuk kembali ke arah Cileunyi agak repot juga harus hati-hati dan sedikit ambil kiri. Mobil-mobil itu parkir di kanan jalan yang sangat mengganggu," katanya kepada Tribun Jabar.id.
"Masa loketnya satu disegel, satu dibiarkan beroperasi. Antik," katanya.
Titin Prialianti, Tim Legal Bhinneka Sangkuriang mengaku kondisi tersebut tidak terjadi setiap hari.
"Enggak tiap hari, pas tanggal 15 sama tanggal 17, kan libur. Memang begitu kalau libur," kata Titin saat dihubungi Tribun Jabar.
Dia mengatakan penyegelan dilakukan pemerintah dengan peringatan yang jelas, yaitu bukan shuttle-nya yang pindah.
"Bukan memindahkan kan bunyinya menambah, tetapi membuka pengendapan, halaman parkir depan checkpoint, menambah checkpoint," katanya.
Kemudian dia menjelaskan bahwa ketika libur seperti libur Agustusan ini, kendaraan tidak akan cukup menampung penumpang kalau hanya satu yang terparkir di depan shuttle.
"Pas libur itu unit jadwalnya rapet (padat). Jadi keharusan satu unit di parkiran tidak akan terkejar," katanya.