Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para korban ledakan tabung gas 3 kg di Jalan Sekeeper RT 6 RW 5, Kelurahan Sindangjaya, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Peristiwa ledakan itu terjadi, Senin (17/8/2026) pukul 20.00 WIB.
Seharusnya, momen itu menyisakan semburat kemeriahan hari kemerdekaan. Tetapi, dentuman sekeras bom seketika merobek keheningan malam. Warga setempat terkaget-kaget.
Ketua RT 6, Iis, yang kediamannya terhalang empat bangunan dari titik kejadian, bahkan mengira suara itu berasal dari latihan militer.
"Meledaknya cukup kencang suaranya, seperti suara bom. Saya kira itu suara latihan tentara di Secaba," kata Iis, Rabu (19/8/2026) di lokasi.
Nahas, suara menggelegar itu bukan latihan perang. Itu adalah detik-detik ketika rumah milik warga berinisial A luluh lantak seketika, menyisakan tumpukan puing kayu, bata berserakan, serta duka yang mendalam bagi satu keluarga besar di dalamnya.
Kapolsek Antapani, Kompol Yusuf Tojiri, menjelaskan detik-detik mencekam di balik tragedi tersebut. Petaka bermula sekitar pukul 18.30 WIB, ketika salah satu penghuni rumah berinisial R berniat memasak dan hendak memasang tabung gas LPG 3 kilogram.
Namun, tanda-tanda bahaya langsung muncul. Tabung gas tersebut mengeluarkan bunyi desisan disertai kebocoran gas yang masif. Menyadari adanya bahaya, tabung itu urung dipasang. Demi keamanan, korban AA berinisiatif merendam tabung tersebut ke dalam ember berisi air di dalam kamar mandi.
Sayangnya, langkah pencegahan itu terlambat. Gas telanjur memenuhi ruangan dan menebarkan aroma menyengat ke seluruh sudut rumah. Tak lama berselang, dugaan kuat muncul, aktivitas merokok di dalam rumah memicu reaksi kimia hebat dari gas yang memenuhi udara.
Ledakan dahsyat pun tak terhindarkan. Bangunan rumah ambruk seketika di bagian kamar dan ruang tengah, menjebak enam jiwa. Warga yang panik segera berhamburan keluar dan bahu-membahu mengevakuasi para korban menggunakan ambulans relawan menuju RS Hermina Antapani dan RS Ujungberung.
Enam orang dilaporkan menjadi korban dalam insiden ini, terdiri atas M (51), R (23) selaku ibu rumah tangga, MS (29), AA (23), serta dua anak-anak yaitu AN (6) dan balita RM (3).
Derita paling berat harus dipikul oleh salah satu korban perempuan yang tengah berbadan dua. Mengandung buah hati di usia 9 bulan, dia mengalami luka bakar parah di seluruh tubuhnya akibat ledakan itu. Kondisi sang ibu yang kritis turut melemahkan keselamatan bayi di dalam kandungannya.
"Ibu hamil itu hamil 9 bulan, kondisinya juga parah terbakar. Kemarin dipaksa sesar karena kondisi bayi melemah," kata Iis dengan nada pilu.
Pemerintah setempat, mulai tingkat lurah hingga camat, telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan peninjauan langsung.