TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE-Tim Relawan Kawan Gibran kembali menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak gempa bumi di beberapa wilayah Kabupaten Sikka, pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Penyaluran bantuan menyasar empat titik, yaitu Desa Dobo meliputi Dusun Woloara dan Dusun Nangablo, Desa Tilang Dusun Ribang di Kecamatan Nita, serta Desa Watu Milok di Kecamatan Kangae.
Pada Rabu (18/9/2026) malam, paket bantuan sembako juga disalurkan untuk warga terdampak di Desa Koting, Kecamatan Koting.
Penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian nyata pasca gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.
Baca juga: Posko Tanggap Darurat Unika Ruteng Perkuat Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Korban Gempa
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah rumah warga terlihat mengalami kerusakan cukup parah akibat guncangan gempa yang kuat.
Pada penyaluran hari pertama hingga hari kedua ini, relawan Kawan Gibran menyalurkan total 250 paket bantuan sembako. Pada penyerahan paket sembako hari kedua kepada warga terdampak di 5 titik pengungsian mandiri, bantuan diserahkan oleh Pengurus Kawan Gibran Sikka, Agus Rasi, Yohanes Paulus Ma dan beberapa pengurus lainnya.
"Penyaluran ini merupakan kelanjutan dari penyaluran bantuan tahap sebelumnya yang telah disalurkan pada hari sebelumnya," ungkap Agus Rasi.
Sementara itu, Koordinator Relawan Kawan Gibran Sikka, Mario WP Sina, menyampaikan bahwa kehadiran para relawan di desa-desa terdampak merupakan bentuk kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat Kabupaten Sikka yang menjadi korban gempa.
"Kehadiran relawan di desa yang terdampak bencana gempa ini adalah bentuk kepedulian dan perhatian kami kepada masyarakat Sikka yang terkena dampak gempa yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu," ujar Mario WP Sina.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga yang mengalami kesulitan pascabencana.
"Bantuan yang disalurkan Kawan Gibran diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga yang masih bertahan di posko pengungsian maupun di sisa rumah yang masih berdiri," ujarnya.
Haru dan syukur menyelimuti penerimaan bantuan di Dusun Woloara, Desa Dobo. Salah seorang warga, Mama Mikaela (55 tahun), mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam.
"Kami merasa sangat bersyukur atas perhatian dari tim relawan Kawan Gibran yang sudah membantu. Walaupun bantuannya sedikit, saya sangat berterima kasih," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia menceritakan bahwa rumahnya mengalami kerusakan berat akibat gempa. Penderitaannya bertambah karena pada saat gempa terjadi, ia sedang dirujuk ke Rumah Sakit Lela untuk menjalani operasi karena sakit berat. Peristiwa gempa itu membuatnya sekaligus kehilangan tempat tinggal.
Sementara itu, di Dusun Nangablo, kondisi warga pun tak kalah memprihatinkan. Daniel, salah seorang warga setempat, menyampaikan bahwa tercatat 13 Kepala Keluarga yang masih bertahan mengungsi pascagempa.
Ia menyebutkan kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah makanan dan air bersih, di mana warga terpaksa harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kepada relawan Kawan Gibran, terima kasih. Walaupun sedikit, kami sudah sangat senang sekali ada yang memperhatikan kami," ungkapnya tulus.
Kehadiran bantuan ini sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak agar segera merespons kebutuhan mendesak warga, termasuk perbaikan hunian yang rusak, ketersediaan air bersih, dan kebutuhan hidup lainnya pascabencana gempa.