Suriah Jadi Medan Perang Turki-Israel: Turki Kerahkan Pasukan, Israel Meradang
Hasiolan Eko P Gultom August 19, 2026 11:33 PM

Suriah Jadi Medan Perang Turki-Israel: Turki Kerahkan Pasukan, Israel Meradang

TRIBUNNEWS.COM – Suriah semakin berisiko berubah menjadi medan konfrontasi tidak langsung antara Turki dan Israel.

Ketegangan meningkat setelah Israel menyerang fasilitas militer Suriah, sementara Ankara menegaskan tidak akan membiarkan negara tetangganya itu kembali terjerumus ke dalam ketidakstabilan.

Baca juga: Serangan Israel di Suriah Picu Risiko Bentrok Langsung Turki-Israel, AS Turun Tangan

Kepresidenan Turki pada Selasa (18/8/2026) mengecam pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dinilai Ankara digunakan untuk membenarkan serangan terhadap wilayah Suriah.

“Klaim palsu Netanyahu dimaksudkan untuk membenarkan serangan udara ilegal yang menargetkan kedaulatan Suriah,” demikian pernyataan Kepresidenan Turki.

Ankara menegaskan sikapnya untuk mempertahankan stabilitas Suriah dan melanjutkan kerja sama dengan pemerintah di Damaskus.

“Kami tidak akan pernah membiarkan Suriah mengalami destabilisasi,” tegas pernyataan tersebut.

Turki juga menyatakan akan terus bekerja sama dengan pemerintah Suriah untuk mewujudkan keamanan, stabilitas, dan kemakmuran di negara tersebut.

Ankara kemudian mendesak Netanyahu menghentikan kebijakan yang disebutnya agresif serta menghormati hukum internasional.

Israel Soroti Pengerahan Pasukan Turki

Di sisi lain, Israel memiliki alasan keamanan sendiri untuk menentang meningkatnya keterlibatan militer Turki di Suriah.

Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan Suriah berpotensi melanggar kesepakatan dengan Israel apabila mengizinkan pasukan Turki ditempatkan di sebuah pangkalan angkatan udara di dekat Aleppo.

Israel mengklaim telah berulang kali memperingatkan pemerintah Suriah bahwa pengerahan pasukan Turki di lokasi tersebut akan menjadi ancaman terhadap keamanan Israel.

“Israel telah berulang kali memperingatkan Suriah bahwa pengerahan pasukan semacam itu akan menimbulkan ancaman terhadap keamanannya, dan Suriah memilih untuk mengabaikan peringatan tersebut,” demikian pernyataan kantor Netanyahu.

Israel menegaskan tidak akan menerima ancaman terhadap keamanannya dan menginginkan kembalinya kondisi yang disebut sebagai status quo.

Pertentangan kepentingan tersebut membuat Suriah berada di tengah persaingan strategis dua kekuatan regional.

Bagi Turki, keberadaan pasukannya di Suriah berkaitan dengan kepentingan keamanan dan upaya menjaga stabilitas negara tetangga tersebut.

Sementara bagi Israel, meningkatnya kehadiran militer Turki di wilayah Suriah dapat menciptakan ancaman baru di lingkungan strategisnya.

Delapan Serangan Israel di Abu al-Duhur

Ketegangan tersebut terjadi setelah sumber militer Suriah mengonfirmasi bahwa pesawat Israel melancarkan delapan serangan udara terhadap landasan pacu pangkalan udara militer Abu al-Duhur di pedesaan Idlib timur, Suriah barat laut.

Serangan berlangsung pada Selasa dini hari.

Menurut sumber tersebut, pemboman menyebabkan kerusakan material terhadap infrastruktur bandara. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan.

Israel tidak secara resmi mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Namun, serangan itu memperlihatkan bahwa wilayah Suriah kembali menjadi arena operasi militer Israel pada saat Ankara meningkatkan keterlibatannya dalam urusan keamanan Suriah.

Ancaman Konflik yang Lebih Besar

Perkembangan ini menjadi semakin sensitif karena Turki dan Israel sama-sama memiliki kepentingan keamanan yang bersinggungan di Suriah.

Jika pasukan Turki benar-benar ditempatkan di pangkalan dekat Aleppo, sementara Israel menganggap keberadaan tersebut sebagai ancaman, potensi insiden militer antara kedua negara dapat meningkat.

Risikonya tidak berhenti pada Suriah.

Turki merupakan anggota NATO, sedangkan Israel memiliki hubungan pertahanan yang erat dengan Amerika Serikat.

Konfrontasi langsung antara Ankara dan Tel Aviv karena itu berpotensi membawa konsekuensi geopolitik yang jauh lebih luas.

Perkembangan terbaru juga memperpanjang daftar tindakan Israel yang dipersoalkan Damaskus.

Pemerintah Suriah menuduh Israel terus melakukan serangan dan pelanggaran di wilayahnya, termasuk aktivitas militer di Suriah selatan serta operasi pencarian dan penangkapan.

Dengan posisi Turki yang semakin kuat di Suriah dan Israel yang berusaha mempertahankan zona keamanannya, Suriah berpotensi menjadi titik temu dua kepentingan militer yang saling bertentangan.

Jika tidak ada mekanisme untuk mencegah salah perhitungan, serangan terhadap sasaran Suriah atau pengerahan pasukan di wilayah tersebut dapat menjadi pemicu konfrontasi yang lebih terbuka antara Turki dan Israel.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.