Cerita Mahardika Merintis Asa Lewat Usaha Kuliner
Hari Susmayanti August 20, 2026 11:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berwirausaha menjadi salah satu cara untuk mengurangi angka pengangguran.

Hal ini yang menjadi alasan Mahardika, seorang remaja asal Mejing, Kabupaten Sleman, mulai merintis usaha seusai mengikuti pelatihan berwirausaha.

Dia bersama puluhan peserta lain Program Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 Kemendikdasmen tahap pertama di wilayah DIY telah menuntaskan proses pelatihan atau kursus selama tiga bulan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Budi Mulia Dua Culinary School. 

Selama tiga bulan atau setara 350 jam pelajaran, sebanyak 25 peserta dibekali keterampilan kuliner sekaligus kemampuan mengelola usaha, keuangan, hingga pemasaran digital.

“Sangat bermanfaat, waktu itu saya bingung mau kerja apa, lalu diberi brosur tentang program ini. Akhirnya saya daftar dan ternyata kami diajari banyak hal,” ujarnya, seusai menerima bantuan peralatan dan penutupan PKW, Rabu (19/8/2026).

Program yang merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan memasak. 

Peserta juga dipersiapkan agar mampu menjalankan usaha secara mandiri dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja baru. 

“Saya ikut yang pelatihan wirausaha bakery, rencana ya mau jualan di Maguwoharjo atau di sekitaran UGM pas sunday morning (Minggu pagi),” tuturnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Sutiasih, menyambut baik lahirnya wirausahawan muda melalui PKW 2026.

Ia berharap para lulusan tidak kembali masuk ke dalam basis data pencari kerja, tetapi berkembang menjadi pelaku usaha yang mampu membuka kesempatan kerja bagi orang lain.

"Harapannya teman-teman bisa menjadi orang yang merekrut pekerja di sekelilingnya. Seperti alumni sebelumnya yang kini sudah punya beberapa outlet dan mempekerjakan belasan karyawan. Semua butuh proses dan tidak boleh berhenti. Jika ada kendala, kami dari dinas siap memberikan pendampingan," tutur Sutiasih.

Baca juga: Kronologi Pejalan Kaki Tertabrak Bus AKAP di Kulon Progo, Korban Dilaporkan Meninggal Dunia

Menurut dia, proses membangun usaha membutuhkan keberlanjutan sehingga lulusan tidak berhenti setelah menyelesaikan pelatihan.

Pendampingan dari Dinas Koperasi dan UKM Sleman menjadi salah satu dukungan yang dapat dimanfaatkan ketika peserta menghadapi kendala dalam mengembangkan bisnis.

Penilik PAUD dan Dikmas Sleman, Budi Raharjo, turut mengapresiasi penyelenggaraan PKW 2026. Ia menilai pelatihan kewirausahaan tersebut menjadi pijakan awal untuk membentuk mentalitas usaha generasi muda.

"Pembekalan selama tiga bulan ini adalah titik awal menuju kesuksesan. Fasilitas dan stimulan yang diberikan negara berasal dari uang rakyat, sehingga harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dukungan orang tua juga sangat penting agar tujuan program pemerintah ini benar-benar berdampak nyata dan berkelanjutan," kata Budi. 

Pimpinan LKP Budi Mulia Dua Culinary School, Ani Syafaatun, mengatakan para peserta pelatihan merupakan anak-anak yang putus sekolah, tidak melanjutkan sekilah dan ada yang tidak bekerja.

“Jadi anak-anak kemarin yang kita rekrut ada yang putus sekolah, tidak melanjutkan, ada yang sudah tidak bekerja tapi usianya dibawah 24 tahun, kita rekrut, kita seleksi, kita beri materi kewirausahaan,” katanya.

Ani menuturkan, ada konsentrasi diberikan selama program, yakni street food dan teknis olahan makanan. 

Peserta mempelajari keterampilan memasak mulai dari tingkat dasar, kemudian mendapatkan pembekalan mengenai manajemen usaha, pengelolaan keuangan, serta strategi pemasaran digital melalui kolaborasi dengan platform marketplace.

Seluruh materi disusun agar peserta dapat langsung menerapkannya dalam menjalankan usaha setelah menyelesaikan pelatihan.

"Setiap materi makanan kita ajarkan dua kali agar benar-benar dikuasai. Mereka juga diajarkan manajemen SKM, keuangan, hingga pemanfaatan media sosial dan marketplace. Setelah lulus, peserta tidak kita lepas begitu saja. Selama satu tahun ke depan akan ada pemantauan (monitoring) dari instruktur yang mendampingi pengembangan usaha mereka," kata

Selain keterampilan dan pengetahuan usaha, 25 peserta mendapatkan stimulan berupa paket peralatan usaha sesuai bidang yang dipilih. 

Bantuan tersebut mencakup booth, mesin chopper, oven, mixer, hingga berbagai perlengkapan pendukung lainnya.

Ani menegaskan peralatan yang diberikan sebagai modal awal tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan tidak boleh diperjualbelikan. 

Dukungan itu diharapkan membantu lulusan memulai usaha sesuai keterampilan yang telah mereka dapatkan selama mengikuti PKW 2026. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.